kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Peringkat utang Waskita naik jadi idA


Selasa, 05 Maret 2013 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi diare perlu segera Anda lakukan untuk menghindari kondisi lain yang lebih parah.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Waskita Karya Tbk (Persero) (WSKT) dan obligasi II/2012 perusahaan ke peringkat 'idA' dari 'idA-'. Prospek peringkat perusahaan adalah 'stabil.

Seperti dikutip dari pernyataan tertulis yang diberikan oleh Pefindo, peningkatan peringkat ini didukung oleh posisi bisnis perusahaan yang lebih kuat yang dibarengi oleh struktur permodalan perusahaan yang lebih konservatif dan proteksi arus kas yang lebih kuat setelah penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

“Peringkat saat ini mencerminkan posisi perusahaan yang kuat di industri konstruksi dalam negeri, struktur permodalan perusahaan yang lebih konservatif dan proteksi arus kas yang lebih kuat setelah IPO dan keunggulan sebagai perusahaan konstruksi milik negara,” papar Pefindo.

Namun peringkat tersebut masih dibatasi oleh margin keuntungan yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis serta kondisi konstruksi yang relatif volatile. WSKT merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia.

Bisnis utama dari perusahaan adalah jasa konstruksi untuk proyek-proyek pemerintah yang pada tahun 2012 berkontribusi sekitar 78,2% dari total penerimaan perusahaan. WSKT juga mengembangkan bisnisnya ke luar negeri melalui proyek gedung di Dubai, Uni Emirate Arab dan Riyadh, Arab Saudi.

Setelah IPO, sebagian besar saham perusahaan pada Desember 2012, pemegang saham perusahaan per 31 Desember 2012 adalah pemerintah Indonesia sebesar 68%, karyawan sebesar 0,8% dan masyarakat sebesar 31,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×