kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.978   61,00   0,36%
  • IDX 9.111   35,13   0,39%
  • KOMPAS100 1.259   3,36   0,27%
  • LQ45 890   0,58   0,06%
  • ISSI 333   2,94   0,89%
  • IDX30 453   0,83   0,18%
  • IDXHIDIV20 537   3,52   0,66%
  • IDX80 140   0,27   0,19%
  • IDXV30 148   1,41   0,96%
  • IDXQ30 146   0,50   0,34%

Peringatan! Rupiah Terancam Sentuh Rp 17.100 di Pekan Ini, Cek Penyebabnya


Senin, 19 Januari 2026 / 13:20 WIB
Peringatan! Rupiah Terancam Sentuh Rp 17.100 di Pekan Ini, Cek Penyebabnya
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah diprediksi terus berlanjut hingga Rp 17.100 pada pekan ini.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada pekan ini, seiring kuatnya sentimen eksternal global yang belum mampu diimbangi oleh intervensi Bank Indonesia (BI) maupun kebijakan pemerintah.

Sekedar mengingatkan, Senin (19/1/2026) pukul 13.15 WIB, rupiah terus melemah 0,22% ke level Rp 16.925 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini juga jadi posisi paling lemah bagi rupiah sepanjang masa.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Secara teknikal rupiah berpotensi melemah hingga mendekati level Rp 17.100 per dolar AS dalam waktu dekat.

“Pelemahan rupiah kemungkinan besar terjadi di minggu ini di Rp 17.100. Artinya, intervensi BI dan kebijakan pemerintah sejauh ini belum mampu membuat rupiah menguat tajam,” ujar Ibrahim, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Harga Emas Logam Mulia Berpotensi Capai Rp 2,8 juta per Gram Pekan Ini, Cek Pemicunya

Ia menjelaskan, meskipun sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan kinerja yang cukup baik, faktor-faktor tersebut belum cukup kuat untuk menopang penguatan rupiah. 

Tekanan justru datang dari kondisi eksternal yang dinilai sangat dominan, mulai dari ketegangan geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat, hingga arah kebijakan bank sentral global.

Ibrahim menambahkan, ke depan pemerintah perlu kembali mengoptimalkan kebijakan stimulus, khususnya untuk mendorong daya beli masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar penguatan rupiah memiliki basis fundamental dari dalam negeri.

“Stimulus harus kembali diterapkan untuk merangsang daya beli. Tanpa itu, rupiah akan sulit kembali menguat,” katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim memperingatkan potensi pelemahan rupiah yang lebih dalam sepanjang tahun ini. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang menuju Rp 17.500 per dolar AS apabila tekanan global terus berlanjut, bahkan bisa terjadi sejak kuartal II 2026

Dalam jangka menengah hingga panjang, Ibrahim menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan struktural, termasuk rencana redenominasi rupiah, yang menurutnya bisa membantu menahan laju pelemahan rupiah ke depannya.

Selanjutnya: Drone Rusia Hantam Apartemen Odesa, Satu Warga Terluka Parah!

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×