kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Pergerakan bursa global masih terbebani dampak virus corona


Minggu, 05 April 2020 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Passersby wearing protective face masks following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19) are reflected on a screen displaying stock prices outside a brokerage in Tokyo, Japan, March 17, 2020. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

Harga minyak menguat merespon pernyataan Trump yang berharap Arab Saudi dan Rusia memangkas produksi hingga 10-15 juta barel. Akan tetapi, sejauh ini pertemuan di antara ketiganya masih belum berlangsung.

Sehingga harga minyak berpotensi tertekan ke depan. Indeks bursa global pun juga memungkinkan terpengaruh karenanya.

Sekadar informasi, di tengah pasar global yang terkoreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat ke level Rp 4.623,43 atau 1,71% pada penutupan perdagangan, Jumat (3/04).

Baca Juga: Lima saham yang melantai di 2019 jadi saham gocap

Nico menjelaskan, peguatan IHSG ini terjadi karena pasar merespon positif harga harga saham yang saat ini undervalued,

"Ini yang membuat para pelaku pasar dan investor sebetulnya mulai melakukan akumulasi beli," imbuhnya. Menurut Nico, penguatan ini menjadi pertanda baik, sebab pasar meyakini bahwa saham-saham yang undervalued sudah bisa masuk di tengah kondisi yang masih wait and see.

Adapun investor yang mulai masuk pasar menggunakan strategi jangka menengah hingga panjang mengingat sejauh ini volatilitas IHSG masih cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×