kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perdana melantai di bursa, saham Fimperkasa Utama (FIMP) naik 9,60%


Jumat, 09 April 2021 / 09:52 WIB
Perdana melantai di bursa, saham Fimperkasa Utama (FIMP) naik 9,60%
Pencatatan perdana saham PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP).


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan penghuni baru. Emiten konstruksi PT Fimperkasa Utama Tbk mencatatkan saham perdana atau listing pada Jumat (9/4). 

Saat perdagangan perdananya, emiten dengan kode emiten FIMP itu mencatat kenaikan harga saham hingga 9,60% menjadi Rp 137 per saham. Sebelumnya, harga per saham FIMP tercatat Rp 125. 

Perusahaan ke-13 yang melantai di bursa pada tahun 2021 tersebut mencatatkan volume transaki hingga 1,1 juta saham dengan nilai mencapai Rp 150,49 juta. Adapun saham FIMP diperdagangkan sebanyak 27 kali. 

Asal tahu saja, FIMP melepas 160 juta saham baru dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah tersbut setara 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap sahamnya ditawakan dengan harga Rp 125, oleh karenanya FIMP mengantongi dana segar hingga Rp 20 miliar.

Baca Juga: Minat tinggi, BEI menambah target IPO tahun ini menjadi 54 emiten

Direktur Utama PT Fimperkasa Utama Tbk Mohamad Mulky Thalib mengungkapkan, saham FIMP mengalami oversubscribe permintaan selama masa penawaran umum yang berlangsung pada 1-6 April 2021. 

"FIMP dapat meraih oversubscribe permintaan hingga 21 kali porsi pooling di tengah pandemi. Ini tentunya di luar ekspektasi manajemen dan tentunya hal ini menunjukkan minat dari pihak investor sangat tinggi untuk memperoleh saham FIMP," ungkapnya seperti yang tertulis dalam keterangan resmi, Jumat (9/4). 
Adapun FIMP menggandeng PT Wanteg Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses IPO  itu. 

Sebagian besar dana segar yang dikantongi FIMP melalui IPO akan digunakan sebagai pembiayaan modal kerja dan pembelian alat berat. Langkah ini diambil demi memperkuat struktur permodalan FIMP, sehingga pertumbuhan pendapatan dapat konsisten mencapai minimal 15% per tahun. 

Manajemen optimistis target tersebut akan tercapai karena nilai proyek yang telah diperoleh maupun proyek dalam pipeline FIMP di tahun 2021 ini sudah mencapai total Rp 183,8 miliar. 

Beberapa proyek tersebut seperti pembangunan PLTM Besai Kemu 2 x 3,5 MW, proyek pekerjaan pematangan Lahan (cut & fill), pembangunan unit rumah tinggal di Ciangsana Bogor dan Condet, Jakarta Timur.

Sekadar informasi, sebagai pemanis, FIMP juga menerbitkan waran seri I sebanyak 40 juta lembar selain penerbitan saham. Waran Seri I diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) pada Tanggal Penjatahan, 7 April 2021. 

Waran diberikan secara cuma-cuma dengan ketentuan, setiap pemegang empat saham yang namanya tercatat akan memperoleh satu Waran Seri I. Waran ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham FIMP dengan harga pelaksanaan Rp 150 selama periode pelaksanaan yakni mulai tanggal 11 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 7 April 2022.  Adapun setiap pemegang satu Waran Seri I berhak untuk membeli satu saham perseroan. 

Selanjutnya: IPO, Fimperkasa Utama menawarkan harga perdana Rp 125 per saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×