kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.491.000   15.000   1,02%
  • USD/IDR 15.835   20,00   0,13%
  • IDX 7.196   61,44   0,86%
  • KOMPAS100 1.106   12,55   1,15%
  • LQ45 877   9,19   1,06%
  • ISSI 220   3,21   1,48%
  • IDX30 449   5,23   1,18%
  • IDXHIDIV20 541   5,82   1,09%
  • IDX80 127   1,64   1,31%
  • IDXV30 135   1,63   1,22%
  • IDXQ30 149   1,31   0,89%

Perdalam Bisnis Logistik, Simak Rekomendasi Saham Astra International (ASII)


Kamis, 10 Februari 2022 / 08:05 WIB
Perdalam Bisnis Logistik, Simak Rekomendasi Saham Astra International (ASII)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) masuk lebih dalam ke ekosistem bisnis logistik. Pada Selasa (8/2), ASII baru saja mengumumkan pembentukan perusahaan patungan alias joint venture (JV) dengan Logos SE Asia Pte. Ltd. 

Astra dan Hongkong Land melalui PT Astra Land Indonesia akan membentuk perusahaan patungan bersama dengan Logos untuk mengelola gudang logistik modern di Indonesia dengan fokus awal di area Jabodetabek.

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti belum merinci terkait besaran investasi yang akan dikucurkan untuk proyek ini. Begitu juga mengenai estimasi pendapatan yang bisa diraih Astra dari segmen bisnis gudang logistik. Meski demikian, Astra bersama JV Hongkong Land dan Logos akan bergerak cepat dengan menargetkan pembangunan gudang logistik modern tersebut bisa dimulai pada tahun ini.

"Karena ini masih dalam tahap awal, masih terlalu dini bicara kontribusi. Belum bisa spesifik, karena baru signing perjanjian JV-nya, tentu ada langkah-langkah lanjutan untuk merealisasikan sesuai harapan, untuk bisa dimulai tahun ini pembangunannya," kata Tira saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (9/2).

Baca Juga: Punya Outlook Positif, Simak Rekomendasi Saham MIKA Berikut Ini

Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Soebroto menegaskan bahwa target konstruksi pembangunan gudang akan dimulai pada tahun 2022. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengerjaan dan target operasional dari gudang logistik modern tersebut.

Boy menyebut, target operasional gudang masih akan melihat perkembangan yang terjadi di segmen bisnis pergudangan (warehouse). Yang jelas, proyek ini akan menjadi bisnis modern warehouse pertama bagi Astra.

Meski begitu, bukan berarti Astra merupakan pemain baru di bisnis ekosistem logistik. Sebab, Astra Group sudah menggeluti bisnis solusi layanan logistik melalui PT Serasi Logistik Indonesia (SELOG). 

Pada lini bisnis infrastruktur dan mata rantai logistik Astra, SELOG menyediakan solusi bisnis yang mencakup layanan logistik berdasarkan kontrak, layanan pengiriman barang, pengelolaan pergudangan dan freight forwarding melalui jalur transportasi darat, laut dan udara secara menyeluruh. Selain itu, ada juga layanan SELOG Express untuk pengiriman dokumen dan paket. 

"Saat ini SELOG melayani segmen industri yang luas, antara lain otomotif, consumer goods, alat berat, kebutuhan bahan pokok dan lainnya. Melihat prospek yang baik dan terus bertumbuh, ke depannya kami akan terus mencari peluang di sektor pergudangan logistik," jelas Boy.

ASII pun melihat bisnis logistik sebagai sektor yang menarik. Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro sebelumnya mengatakan bahwa pembentukan perusahaan patungan dengan Logos menunjukkan keyakinannya terhadap sektor logistik. "Kami ingin memperluas ketersediaan fasilitas gudang modern untuk mendukung sektor logistik di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia,” ujar Djony dalam keterangan resmi, Selasa (8/2).

Baca Juga: Berkinerja Apik Sepanjang 2021, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Sido Muncul (SIDO)

Pasar pengiriman dan logistik di Indonesia, yang di dalamnya termasuk gudang modern, diperkirakan meningkat dari US$ 81,3 miliar pada tahun 2020 menjadi US$ 138,04 miliar pada tahun 2026. Peningkatan investasi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan e-commerce yang ditopang oleh pesatnya kemajuan teknologi digital.

Sektor pergudangan modern Indonesia diperkirakan memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh karena outsourcing logistik di Indonesia masih dapat dioptimalkan dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, didukung oleh meningkatnya permintaan gudang modern di wilayah Jabodetabek.

Prospek saham

Technical Analyst Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai jika melihat pertumbuhan e-commerce dan digitalisasi bisnis saat ini, langkah diversifikasi yang dilakukan ASII dengan memperkuat bisnis di sektor pergudangan akan menjanjikan. Dengan begitu, ada potensi untuk memberi kontribusi terhadap pendapatan ASII.

Tak hanya itu, pada tahun ini pun ASII masih berpeluang mempertahankan pertumbuhan kinerja. Faktor pendorongnya adalah masih tingginya harga komoditas, di samping penjualan otomotif yang disokong oleh sentimen positif dari perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Senada, Analis Fundamental B-Trade Raditya Krisna Pradana juga meyakini JV yang dibentuk untuk mengelola gudang logistik modern tersebut akan mampu meningkatkan kinerja ASII di masa mendatang.

Sedangkan untuk tahun ini, berlanjutnya insentif PPnBM DTP di sektor otomotif serta harga batubara yang masih berada di level atas bakal jadi katalis positif bagi ASII, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) selaku anak usahanya. 

Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana menambahkan bahwa konglomerasi ASII yang sebagian ditopang oleh lini penjualan otomotif terpapar untung dari pulihnya ekonomi yang menaikkan pembelian kendaraan bermotor. Di sisi lain, harga komoditas tambang dan sawit juga mendatangkan keuntungan bagi UNTR dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Sedangkan untuk segmen pergudangan dan logistik, Wawan mengatakan bahwa hal itu bukan menjadi lini utama ASII. Meski begitu, ekosistem yang dimiliki oleh ASII akan memberikan nilai lebih kepada para pelanggannya. Terlebih, aktivitas di sektor logistik mengalami kenaikan seiring pemulihan ekonomi.

"ASII salah satu emiten yang diuntungkan oleh naiknya komoditas dan recovery ekonomi. Dalam jangka panjang (segmen gudang-logistik) dapat memberikan kontribusi pada pendapatan ASII, tetapi lebih sebagai sinergi dengan ekosistem yang ada. Kalau sebagai stand alone, saya rasa kecil," terang Wawan.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham MEDC Usai Mengakuisisi ConocoPhillips Indonesia Holding

Merujuk data Bursa Efek Indonesia via RTI Business, saham ASII hingga penutupan perdagangan Rabu (9/2) terpantau tidak bergerak, tetap di level Rp 5.550.

Melihat prospek bisnis ASII, Wawan memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 6.000 hingga akhir tahun 2022. Sementara Raditya menyarankan agar melakukan pembelian secara bertahap. Mengingat ASII dinilai masih berada dalam tren turun, meski secara fundamental masih kuat.

Menurut Raditya, support terdekat berada di level Rp 5.375 dan resistance terdekat di Rp 5.675. "Apabila mampu breakout resisten tersebut, kami proyeksikan ASII akan menuju level 6.475," ujar Raditya.

Sedangkan Ivan menilai pergerakan saham ASII menarik untuk dilakukan akumulasi pada area Rp 5.300-Rp 5.500, yang mana saat ini hampir menyelesaikan fase koreksi. Indikasi bullish divergence pada MACD yang terlihat di chart 4H dengan target jangka pendek di Rp 6.000. Adapun target hingga akhir tahun 2022 berada di Rp 6.750

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga berpandangan bahwa saham ASII saat ini diperkirakan sedang pada awal fase uptrend. "Hal ini tampak dari pergerakan MACD dan Stochastic, para pelaku pasar dapat trading buy di ASII dengan target kami perkirakan berada pada 5800-6050," pungkas Herditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective [Intensive Boothcamp] Financial Statement Analysis

[X]
×