kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Perbaikan peringkat S&P mampu menahan dana asing


Selasa, 18 Juni 2019 / 22:04 WIB
Perbaikan peringkat S&P mampu menahan dana asing

Berita Terkait

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) untuk menaikkan rating utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB, dinilai mampu menjadi daya tarik bagi investor asing masuk ke Tanah Air. Aliran dana asing tersebut diharapkan bakal terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Edward P Lubis mengatakan, perbaikan peringkat utang dari S&P membuat dana asing masih akan masuk ke Indonesia. Terlebih jika dilihat dari yield obligasi yang ditawarkan saat ini masih cukup tebal dan berpotensi kembali naik. "Kami tidak melihat ada outflow asing, bahkan dengan rating upgrade kelihatannya masih akan ada tambahan inflow ke depannya," ujar Edward.


Kenaikan inflow asing tidak terlalu signifikan, karena investor asing cenderung sudah mencicil masuk ke pasar keuangan Tanah Air sejak awal. Ditambah lagi, investor asing masih memantau perkembangan perang dagang saat ini.

Namun, Edward optimistis pasar saham akan cukup banyak dengan arus portofolio yang masuk. "Inflow akan konservatif, melihat fundamental kita saat ini. Harapannya bisa tumbuh lebih baik dari tahun lalu," ungkap Edward.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengakui, hasil pemeringkat S&P cukup bagus. Tapi, pemeringkatan ini perlu dibandingkan dengan hasil penilain dari Fitch Ratings dan Moody's. Sehingga, menurutnya ke depan inflow dana asing belum akan terlalu signifikan.

"Driver utama untuk pertumbuhan tahun ini adalah di penurunan tingkat suku bunga The Fed. Memang kita mengharapkan bunga turun, tapi dalam kondisi normal seharusnya akhir tahun sudah cukup," jelas Rudiyanto.

Rudiyanto menjelaskan, kalaupun The Fed batal memangkas suku bunganya tahun ini, minimal pasar menantikan kejelasan dari rencana pelonggaran moneter. Adapun upaya yang perlu dilakukan untuk terus mendorong dana asing masuk, dengan menekan defisit transaksi berjalan (CAD) pada kisaran 2,5% hingga 3%.

"Kalau di atas 3% dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif dan menjadi risiko," kata Rudiyanto.

Sedangkan Direktur Utama Avrist Asset Managemet Hanif Mantiq optimistis dana asing masih akan tetap masuk ke pasar keuangan Tanah Air. Adapun instrumen yang masih akan menjadi tujuan utama investor asing yakni saham maupun obligasi.

Selain sentimen kenaikan peringkat S&P, selesainya pilpres dianggap sebagai sentimen tambahan yang mampu menarik dana asing masuk ke Indonesia. "Potensi inflow tahun ini bisa lebih baik, terutama di semester kedua 2019, seiring penurunan suku bunga The Fed," pungkasnya.




TERBARU

Close [X]
×