kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penyebaran virus misterius China mengerem penurunan harga emas


Selasa, 21 Januari 2020 / 19:26 WIB
Penyebaran virus misterius China mengerem penurunan harga emas
ILUSTRASI. Seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dia beli di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Emas dianggap sebagai aset yang aman selama masa ketidakpastian keuangan dan geopolitik.

"Liburan Tahun Baru Imlek akan memperburuk situasi karena orang-orang akan melakukan perjalanan di China. Ketakutan akan wabah akan meningkatkan permintaan emas selama beberapa hari ke depan," kata Margaret Yang Yan, Analis Pasar CMC Markets, ke Reuters.

Baca Juga: Harga emas Antam naik, laba cuma 3,5% jika Anda belanja setahun lalu

China akan merayakan Tahun Baru Imlek akhir pekan ini.

"Namun, sulit untuk melihat harga emas naik di atas US$ 1.600 per ons sampai darurat kesehatan di China meningkat tajam dan menjadi masalah regional," sebut Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA dalam sebuah catatan.

Konsumsi emas batangan China turun untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir pada 2019 lalu mengacu angka yang asosiasi emas China rilis pada Selasa (21/1). Penyebabnya, harga yang tinggi dan perlambatan ekonomi memukul pembelian di pasar emas terbesar di dunia itu.

Baca Juga: Harga emas Antam naik menjadi Rp 771.000 per gram pada hari ini

Pasar juga mengawasi perkembangan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan menunggu pertemuan kebijakan pertama Bank Sentral Eropa (ECB) tahun ini.




TERBARU

Close [X]
×