kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Penjualan CPO Lesu, Intip Rekomendasi Saham AALI Berikut Ini


Selasa, 08 Agustus 2023 / 10:31 WIB
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

Terlepas dari dampak El Nino yang kuat dan adanya perang Rusia-Ukraina yang menghalangi ekspor tanaman apapun dari Laut Hitam, prospek fundamental bagi emiten CPO dinilai tetap relatif tidak menarik. Pasokan CPO masih begitu banyak yang tidak diimbangi oleh permintaan yang sedikit.

“Pasokan diperkirakan masih akan kuat, sementara permintaan tetap agak lesu,” tulis Hoe Lee Heng dalam riset 24 Juli 2023.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji menyebutkan, sentimen positif untuk meningkatkan permintaan CPO adalah kehadiran China dan India untuk menyerap ketersediaan minyak sawit mentah. Prospek perekonomian yang lebih baik dari kedua negara importir terbesar CPO tersebut akan membantu penyerapan.

China dan India diperkirakan mencapai pertumbuhan ekonomi optimal karena di semester kedua perekonomian global diharapkan sudah lebih baik, meskipun alami perlambatan. Sentimen pandemi covid ataupun konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina dianggap sudah tidak menjadi masalah yang berarti.

Dari domestik, pesta pemilihan umum bisa menjadi momentum untuk mengangkat permintaan minyak sawit mentah yang memiliki produk turunan salah satunya minyak goreng. Saat periode pemilu biasanya kebutuhan pokok meningkat dan daya beli masyarakat semakin tinggi.

“Dengan pemulihan ini bisa menjadi motor bagi permintaan CPO di kawasan Asia maupun global. Bisa terjadi kenaikan permintaan, tetapi sentimen di kawasan Eropa terkait pengesahan UU Deforestasi masih membatasi permintaan,” jelas Nafan saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (3/8).

Nafan merekomendasikan hold untuk AALI dengan target harga sebesar Rp 8.250 per saham. Sedangkan, Yasmin merekomendasikan buy dengan target harga sebesar Rp 9.400 per saham.

Sementara itu, Hoe Lee heng menyarankan sell AALI dengan target harga sebesar Rp 6.700 per saham. Terlepas dari revisi asumsi kenaikan harga CPO, saham emiten Grup Astra ini masih dinilai terlalu tinggi yang diperdagangkan pada Price Earning (PE) 12 kali pada 2024 dibandingkan perusahaan sejenis di kisaran 5 kali – 10 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×