kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengunjung Ancol (PJAA) Turun 14% di Kuartal I-2026, Manajemen Susun Strategi


Selasa, 05 Mei 2026 / 23:15 WIB
Pengunjung Ancol (PJAA) Turun 14% di Kuartal I-2026, Manajemen Susun Strategi
ILUSTRASI. Wisatawan Nusantara bermain di pantai Ancol, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencermati industri pariwisata turut terdampak oleh konflik Timur Tengah yang menekan kunjungan wisatawan. 

Meskipun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan dan perjalanan wisatawan di Indonesia secara umum masih meningkat pada kuartal I-2026 lalu.

Mengacu data BPS, sepanjang Januari–Maret 2026, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,44 juta atau tumbuh 8,62% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) melonjak 13,14% yoy menjadi 319,51 juta perjalanan pada periode yang sama.

Baca Juga: Pendapatan Stagnan, Beban Membengkak Tekan Laba Ancol (PJAA) di Kuartal I 2026

Sebagai salah satu tujuan wisata ternama di Jakarta, PJAA di sisi lain merasakan penurunan pengunjung.

Manager Corporate Communication PJAA, Daniel Windriatmoko mengungkapkan, jumlah pengunjung Ancol berkurang 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, penurunan ini tak terlepas dari kondisi makroekonomi global khususnya akibat konflik Timur Tengah.

Ancol melihat tensi geopolitik memengaruhi daya beli masyarakat, sehingga pengeluaran untuk kebutuhan rekreasi atau waktu luang (leisure) menjadi lebih selektif.

Selain itu, Daniel mencermati faktor musiman dan cuaca juga menjadi pemberat bagi perusahaan.

"Faktor musiman (low season) yang bertepatan dengan periode Ramadan, serta tingginya curah hujan pada awal tahun, memicu  masyarakat cenderung menunda atau mengalihkan aktivitas rekreasi," kata Daniel kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).

Kendati begitu, Ancol memproyeksikan kunjungan pada kuartal II-2026 bisa meningkat. Pasalnya, terdapat momentum libur sekolah, sejumlah periode long weekend, serta kondisi cuaca yang dinilai lebih kondusif daripada awal tahun.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Ancol (PJAA): Trading Buy Meski Cetak Rugi di Kuartal I-2026

Namun untuk mengoptimalkan jumlah pengunjung, Ancol tetap menyiapkan sejumlah strategi. 

Di antaranya, menghadirkan berbagai event tematik dan hiburan, program promosi, hingga penguatan kerja sama dengan mitra rombongan dan agen perjalanan daerah, serta mitra penjualan Online Travel Agent (OTA) untuk wisatawan mancanegara. Seiring menggenjot kemitraan, Ancol kata Daniel juga terus mengoptimalkan kanal/platform penjualan digital.

Pada tahun ini saja, ia membeberkan Ancol akan berfokus menghadirkan berbagai pengembangan destinasi dan fasilitas, seperti pengembangan wisata religi melalui Masjid Apung, hingga pembangunan social club & wellness center yang akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga padel.

Selain itu, Ancol juga mengoptimalkan pengembangan hunian SOHO di kawasan Tugu Permai yang menyasar generasi muda, serta peningkatan konektivitas kawasan melalui extension JPO Ancol dan akses menuju JIS. "Sejumlah hal ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung," ujar Daniel.

Baca Juga: Kantongi Restu Pemegang Saham, Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Angkat Dirut Baru

Oleh karena itu,  Ancol masih menargetkan kinerja kunjungan yang tetap terjaga pada kuartal II-2026 ini. PJAA optimistis, pemasaran yang lebih agresif, penguatan atraksi dan event, serta momentum musiman mampu mendorong peningkatan trafik pengunjung ke kawasan Ancol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×