Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto
Ditambah lagi laporan Petroleum Planning and Analysis Cell dari Menteri Minyak India melaporkan impor minyak mentah India Juni 2016 hanya sebesar 3 juta metrik ton. Angka itu menurun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,1 juta metrik ton.
Faktor ini diprediksi akan kuat menopang kenaikan harga minyak WTI. “Namun rentangnya masih terbatas, mengingat kecenderungan harga minyak WTI bulan ini hanya di kisaran US$ 44 – US$ 45 per barel,” tutur Suluh. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya katalis negatif yang membayangi harga minyak WTI.
“Produksi minyak AS juga sebenarnya tinggi walaupun stok masih menurun,” tambah Suluh. Dari laporan EIA yang sama ditunjukkan, produksi minyak AS naik 9.000 barel per hari menjadi 8,49 juta barel per hari sepanjang pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













