kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45757,13   7,61   1.02%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 1.15%
  • RD.CAMPURAN 0.62%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.32%

Penghuni LQ45 mulai rilis laporan keuangan, simak rekomendasi analis


Jumat, 28 Februari 2020 / 20:45 WIB
Penghuni LQ45 mulai rilis laporan keuangan, simak rekomendasi analis
ILUSTRASI. Pengunjung melintas dekat papan elektronik perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (27/4). Indeks LQ45 sudah turun 13,3% sejak awal tahun.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 13,44% sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Jumat (28/2). Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga turun 13,3% ytd.

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, meski indeks mengalami penurunan sejatinya kinerja emiten anggota LQ45 masih terbilang bagus. Pasalnya, penurunan indeks lebih disebabkan kondisi eksternal yaitu penyebaran virus corona serta gangguan teknis soal kasus Jiwasraya.

Justru koreksi pasar saat ini merupakan momentum yang bagus bagi investor untuk masuk ke pasar. Pasalnya, penurunan yang cukup dalam ini menjadi momentum pasar akan segera rebound.

"Kalau dihitung dari posisi tertinggi tahun 2018 awal itu di 6.600 turunnya 20%. Bagus itu. Biasanya periode koreksi pasar ya segitu dan kata kuncinya dalam negeri tidak ada problem ekonomi yang spesifik," jelas Teguh kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2).

Baca Juga: Kinerja LQ45: Penurunan laba BTN paling dalam, kenaikan laba XL Axiata paling tinggi

Teguh mengatakan, sektor yang cukup bagus untuk dilirik di indeks ini adalah sektor perbankan dan barang konsumer. Kedua sektor dirasa menjadi sektor yang akan terlebih dahulu naik sejalan dengan pemulihan pasar.

Teguh menambahkan, saham dengan kapitalisasi jumbo di sektor konsumer seperti UNVR, HMSP, dan GGRM yang saat ini telah turun cukup dalam tidak akan turun lebih rendah lagi.

Baca Juga: IHSG merosot di hari keenam, ditutup ke 5.420,70 jelang akhir pekan

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengungkapkan, penghuni LQ45 masih tetap menarik. Apalagi saham-saham tersebut masih menjadi saham paling likuid. Selain itu, penurunan harga saham lebih karena kondisi pasar yang sedang tertekan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tahun lalu juga mengalami perlambatan.

"Jadi hal-hal seperti itu (penurunan kinerja) di saham LQ45 terjadi di tengah kondisi ekonomi yang turbulance atau melambat adalah sesuatu yang rasional," kata Alfred kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×