kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Pengendali LINK Axiata Investments Jual 36,56 Juta Saham


Senin, 05 Januari 2026 / 18:59 WIB
Pengendali LINK Axiata Investments Jual 36,56 Juta Saham
ILUSTRASI. Pengendali PT Link Net Tbk (LINK), Axiata Investment tercatat mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan. (Dok/Link Net)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengendali PT Link Net Tbk (LINK), Axiata Investment tercatat mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan Jumat (2/1/2026), Axiata Investments melepas sebanyak 36.562.377 saham atau sekitar 36,56 juta saham LINK. Transaksi tersebut difasilitasi oleh Maybank Sekuritas Indonesia.

Sebelum transaksi, Axiata Investments mengempit sebanyak 2,02 miliar saham LINK atau setara 70,66% dari total modal ditempatkan dan disetor. Nah, setelah aksi penjualan tersebut, kepemilikan saham Axiata Investments turun menjadi sekitar 1,98 miliar saham atau setara 69,38%.

Kendati demikian, perusahaan belum mengungkapkan nilai maupun harga transaksi dari aksi divestasi tersebut.

Baca Juga: Kerugian Link Net (LINK) Membengkak, Beban Jaringan dan Amortisasi Naik Tajam

Merujuk laporan keuangannya, LINK kembali mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan hingga kuartal III-2025.

Emiten penyedia jasa internet dan TV kabel ini membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 1,02 triliun per September 2025, naik 28,24% dibandingkan kerugian Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kerugian ini disebabkan oleh lonjakan sejumlah pos beban. Beban jaringan dan beban langsung lainnya tercatat melonjak hampir dua kali lipat dari Rp 592,35 miliar menjadi Rp 1,21 triliun. Sementara itu, beban amortisasi juga meningkat dari Rp 50,70 miliar menjadi Rp 60,78 miliar.

 

Tekanan kinerja juga datang dari pos laba operasi yang dihentikan, khususnya dari segmen pelanggan residensial seperti layanan internet broadband. Pada periode yang sama tahun lalu, segmen ini masih berkontribusi positif sebesar Rp 569,63 miliar, namun kini tercatat nihil.

Meski demikian, pendapatan Link Net justru melesat 45,62% secara tahunan menjadi Rp 2,39 triliun, dibandingkan Rp 1,64 triliun per September 2024.

Kenaikan ini terutama ditopang oleh pendapatan dari sewa jaringan yang sebelumnya nihil, kini mencapai Rp 859,55 miliar. Pendapatan dari layanan TV kabel juga meningkat tajam dari Rp 32,95 miliar menjadi Rp 800,15 miliar.

Selanjutnya: Perusahaan Tambang Bisa Produksi 25% Sambil Tunggu RKAB 2026

Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×