kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pengendali LINK Axiata Investments Jual 36,56 Juta Saham


Senin, 05 Januari 2026 / 18:59 WIB
Pengendali LINK Axiata Investments Jual 36,56 Juta Saham
ILUSTRASI. Pengendali PT Link Net Tbk (LINK), Axiata Investment tercatat mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan. (Dok/Link Net)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengendali PT Link Net Tbk (LINK), Axiata Investment tercatat mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan Jumat (2/1/2026), Axiata Investments melepas sebanyak 36.562.377 saham atau sekitar 36,56 juta saham LINK. Transaksi tersebut difasilitasi oleh Maybank Sekuritas Indonesia.

Sebelum transaksi, Axiata Investments mengempit sebanyak 2,02 miliar saham LINK atau setara 70,66% dari total modal ditempatkan dan disetor. Nah, setelah aksi penjualan tersebut, kepemilikan saham Axiata Investments turun menjadi sekitar 1,98 miliar saham atau setara 69,38%.

Kendati demikian, perusahaan belum mengungkapkan nilai maupun harga transaksi dari aksi divestasi tersebut.

Baca Juga: Kerugian Link Net (LINK) Membengkak, Beban Jaringan dan Amortisasi Naik Tajam

Merujuk laporan keuangannya, LINK kembali mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan hingga kuartal III-2025.

Emiten penyedia jasa internet dan TV kabel ini membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp 1,02 triliun per September 2025, naik 28,24% dibandingkan kerugian Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kerugian ini disebabkan oleh lonjakan sejumlah pos beban. Beban jaringan dan beban langsung lainnya tercatat melonjak hampir dua kali lipat dari Rp 592,35 miliar menjadi Rp 1,21 triliun. Sementara itu, beban amortisasi juga meningkat dari Rp 50,70 miliar menjadi Rp 60,78 miliar.

 

Tekanan kinerja juga datang dari pos laba operasi yang dihentikan, khususnya dari segmen pelanggan residensial seperti layanan internet broadband. Pada periode yang sama tahun lalu, segmen ini masih berkontribusi positif sebesar Rp 569,63 miliar, namun kini tercatat nihil.

Meski demikian, pendapatan Link Net justru melesat 45,62% secara tahunan menjadi Rp 2,39 triliun, dibandingkan Rp 1,64 triliun per September 2024.

Kenaikan ini terutama ditopang oleh pendapatan dari sewa jaringan yang sebelumnya nihil, kini mencapai Rp 859,55 miliar. Pendapatan dari layanan TV kabel juga meningkat tajam dari Rp 32,95 miliar menjadi Rp 800,15 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×