kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan


Selasa, 26 Mei 2020 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. IHSG hadapi new normal


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mulai pekan ini, Indonesia akan menjalankan situasi new normal secara bertahap. Pemerintah mulai memberi izin perkantoran beroperasi kembali, dan kemudian disusul oleh sekolah dan pusat perbelanjaan. 

Padahal di satu sisi, jumlah kasus persebaran virus corona belum mampu ditekan secara penuh oleh pemerintah.

Memasuki era baru ini, pasar modal yang selama ini menjadi salah satu tolak ukur ekonomi Indonesia juga bakal berdampak. Tetapi Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengaku belum dapat memperhitungkan pengaruh new normal tersebut terhadap pasar modal. 

Baca Juga: Masuk era new normal, begini saran racikan investasi pilihan para manajer investasi

Pasalnya, ada yang berpendapat positif karena diharapkan profitabilitas emiten akan bisa berangsur-angsur membaik jika perekonomian kembali dibuka. Tetapi yang kontra pun melihat kebijakan ini bagai pedang bermata dua karena bisa kembali mengerek jumlah kasus positif virus corona baru. 

“Sehingga pada akhirnya pergerakan pasar yang lebih sustainable akan terjadi ketika persebaran virus corona ini sudah mulai berakhir. Sebelum itu, pasar masih akan volatil dan sulit diprediksi,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (25/5).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×