kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan


Selasa, 26 Mei 2020 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. IHSG hadapi new normal


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mulai pekan ini, Indonesia akan menjalankan situasi new normal secara bertahap. Pemerintah mulai memberi izin perkantoran beroperasi kembali, dan kemudian disusul oleh sekolah dan pusat perbelanjaan. 

Padahal di satu sisi, jumlah kasus persebaran virus corona belum mampu ditekan secara penuh oleh pemerintah.

Memasuki era baru ini, pasar modal yang selama ini menjadi salah satu tolak ukur ekonomi Indonesia juga bakal berdampak. Tetapi Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengaku belum dapat memperhitungkan pengaruh new normal tersebut terhadap pasar modal. 

Baca Juga: Masuk era new normal, begini saran racikan investasi pilihan para manajer investasi

Pasalnya, ada yang berpendapat positif karena diharapkan profitabilitas emiten akan bisa berangsur-angsur membaik jika perekonomian kembali dibuka. Tetapi yang kontra pun melihat kebijakan ini bagai pedang bermata dua karena bisa kembali mengerek jumlah kasus positif virus corona baru. 

“Sehingga pada akhirnya pergerakan pasar yang lebih sustainable akan terjadi ketika persebaran virus corona ini sudah mulai berakhir. Sebelum itu, pasar masih akan volatil dan sulit diprediksi,” kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (25/5).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×