Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mampu mencetak pertumbuhan pendapatan di paruh pertama 2026. Sayangnya, kenaikan top line tersebut belum mampu mendorong laba bersih perusahaan data center itu.
Melansir laporan keuangan per 31 Juni 2026, pendapatan DCII meraup pendapatan sebesar Rp 1,77 triliun. Angka tersebut tumbuh 10,92% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 1,33 triliun.
Rinciannya, pendapatan jasa kolokasi berkontribusi sebesar Rp 808,40 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 49,69 miliar. Berdasarkan pihak pembelinya, mayoritas pendapatan DCII berasal dari pihak ketiga.
Baca Juga: Marketing Sales SMRA Naik 17% di Semester I-2026, Target Harga Justru Dipangkas
Beban pokok pendapatan DCII juga mengalami lonjakan sebesar 46,75% secara tahunan menjadi Rp 813,72 miliar di semester I-2026. Pada periode yang sama di 2025, beban pokok pendapatan DCII mencapai Rp 539,32 miliar.
Alhasil, laba usaha DCII mencapai Rp 882,86 miliar atau turun 9,61% YoY per Juni 2026. Adapun laba periode berjalan DCII sebesar Rp 732,57 miliar atau turun 9,79% secara tahunan.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 377,75 miliar di semester I-2026. Angka ini melorot 9,81% secara tahunan dari Rp 418,84 miliar.
Per 31 Maret 2026, total aset DCII mencapai Rp 7,26 triliun dengan total liabilitas sebesar Rp 2,87 triliun. Masih di periode yang sama, total ekuitas DCII sebesar Rp 4,38 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














