Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026), seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global.
IHSG terkoreksi 0,30% ke level 6.315,31 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Indeks bahkan sempat menyentuh level 6.454, didorong optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, sebelum akhirnya berbalik melemah.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, untuk perdagangan Jumat (24/7/2026)IHSG masih rawan melanjutkan koreksi.
Baca Juga: Harga Anjalok 5% Sehari, Saham Perusahaan Migas Ini Akan Bayar Dividen Rp 1 Triliun
“Kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support di 6.296 dan resistance di 6.366,” ujarnya Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, potensi aksi profit taking masih cukup besar, ditambah investor yang mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan emas.
Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor, yakni BBRI pada kisaran Rp3.120-Rp3.180, EMAS di rentang Rp6.450-Rp6.700, serta EXCL pada level Rp2.660-Rp2.740 per saham.
Asal tahu saja, IHSG kemarin ditutup melemah tipis. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Alrich Paskalis Tambolang bilang, pelemahan IHSG tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir.
“Harga minyak mentah menguat lebih dari 3%, dengan WTI dan Brent masing-masing berada di atas US$89 per barel dan US$97 per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran,” jelasnya.
Baca Juga: Saham-Saham Ini Banyak Diborong Asing Saat IHSG Merosot 0,30% ke 6.315, Kamis (23/7)
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan memilih melakukan trading jangka pendek.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga turut melemah 0,11% ke level Rp17.936 per dolar AS di pasar spot.
Dari sisi teknikal, Alrich menambahkan indikator Stochastic RSI IHSG telah mengalami death cross di area overbought. Sementara itu, histogram MACD masih berada di area positif meskipun mulai menyempit.
“Jika IHSG breakdown dari MA5 di sekitar 6.279, maka berpotensi menguji support berikutnya di kisaran 6.200-6.250,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














