kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.161   14,00   0,08%
  • IDX 5.356   -17,45   -0,32%
  • KOMPAS100 697   0,53   0,08%
  • LQ45 542   -0,28   -0,05%
  • ISSI 183   -0,63   -0,34%
  • IDX30 304   -0,46   -0,15%
  • IDXHIDIV20 403   1,39   0,35%
  • IDX80 80   0,09   0,11%
  • IDXV30 113   1,37   1,23%
  • IDXQ30 101   0,03   0,03%

Pendapatan Astra Otoparts (AUTO) Naik 15% Jadi Rp 17,02 Triliun, Ditopang Manufaktur


Selasa, 27 Oktober 2026 / 12:21 WIB
Pendapatan Astra Otoparts (AUTO) Naik 15% Jadi Rp 17,02 Triliun, Ditopang Manufaktur
ILUSTRASI. Kinerja Astra Otoparts (AUTO) cemerlang dengan pendapatan dan laba bersih naik di periode Januari-September 2026 (Dok/PT Astra Otoparts Tbk (AUTO))


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) cetak kinerja keuangan moncer di periode Januari-September 2026. Di mana, pendapatan bersih AUTO mencapai Rp 17,02 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 15% secara tahunan atau year on year (YoY). 

Segmen manufaktur menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan perseroan, seiring meningkatnya permintaan komponen otomotif dari pelanggan pabrikan kendaraan.

Berdasarkan keterangan resmi AUTO, pendapatan segmen manufaktur AUTO mencapai Rp 9,18 triliun hingga September 2026, naik 17,6% YoY dari Rp 7,80 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah ke Rp 18.144 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (27/10)

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan komponen dari pelanggan original equipment manufacturer (OEM), baik untuk model kendaraan yang sudah dipasarkan maupun model baru. Permintaan komponen tersebut sejalan dengan peningkatan produksi kendaraan roda empat, roda dua, dan kendaraan komersial.

Sementara itu, segmen perdagangan membukukan pendapatan bersih Rp 7,84 triliun, meningkat 12% YoY dibandingkan Rp 7 triliun pada kuartal III-2025. Pertumbuhan segmen ini ditopang oleh perluasan portofolio produk aftermarket, jaringan distribusi dan ritel, serta peningkatan permintaan komponen ekspor.

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan saling melengkapi dalam menopang pertumbuhan kinerja perseroan.

"Pertumbuhan kinerja Astra Otoparts secara berkelanjutan hingga kuartal III 2026 didukung oleh kontribusi positif segmen manufaktur dan perdagangan yang saling melengkapi. Kami terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk mendukung penguatan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang ada selain menambah OEM baru," ujar Yusak dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Di segmen manufaktur, AUTO memperkuat kapabilitas produksi dan kolaborasi dengan pelanggan OEM, termasuk memperluas basis pelanggan. Perseroan juga mengembangkan komponen untuk kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) serta kendaraan elektrifikasi (xEV).

Baca Juga: Harga Emas Dunia Berpeluang Naik ke US$ 4.072, Cermati Level Support Ini

Selain bisnis komponen otomotif, AUTO mulai memperluas diversifikasi segmen manufaktur ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya.

Adapun di segmen perdagangan, perseroan memperluas jangkauan pasar melalui jaringan distribusi, gerai ritel, dan ekspor. 

"Di segmen perdagangan, kami memperluas jangkauan pasar melalui jaringan distribusi, ritel, dan ekspor, dengan didukung portofolio produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Langkah-langkah ini menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing, menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham,” jelasnya.

Pengembangan portofolio produk juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan bisnis maupun konsumen akhir.

Hingga kuartal III-2026, jaringan distribusi Astra Otoparts mencakup 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang otomotif di seluruh Indonesia.

AUTO juga mengoperasikan 673 gerai ritel modern yang mencakup Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, dan Aspira Motoquick. Selain itu, AUTO mengembangkan platform digital Astra Otoshop untuk mengintegrasikan layanan pembelian produk secara daring dan luring.

Baca Juga: Laba Bersih Elnusa (ELSA) Naik 29,4% Jadi Rp 681,55 Miliar hingga September 2026

Di sisi kendaraan listrik, Astra Otoparts mengembangkan bisnis pengisian daya melalui Astra Otopower. Hingga akhir kuartal III-2026, perseroan telah mengoperasikan 71 unit pengisian daya di 61 lokasi strategis di Indonesia.

AUTO juga memasarkan pengisi daya kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) merek ALTRO berkapasitas 7 kW melalui layanan Home Charging Services Ultima di aplikasi PLN Mobile. Produk tersebut turut dipasarkan kepada konsumen melalui platform lokapasar.

Dari sisi profitabilitas, Astra Otoparts mencatatkan laba bersih Rp 1,80 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 14,7% YoY. Pertumbuhan laba tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan konsolidasian AUTO.

 

Adapun total aset AUTO mencapai Rp 25,18 triliun hingga akhir September 2026, meningkat 11,3% dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 17,89 triliun.

Yusak menyatakan, AUTO akan terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kapabilitas manufaktur, perluasan jaringan distribusi, serta pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar. Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga daya saing dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×