kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.748   63,00   0,36%
  • IDX 6.373   -226,34   -3,43%
  • KOMPAS100 846   -28,77   -3,29%
  • LQ45 638   -13,55   -2,08%
  • ISSI 228   -10,21   -4,29%
  • IDX30 363   -5,80   -1,57%
  • IDXHIDIV20 450   -5,87   -1,29%
  • IDX80 97   -2,86   -2,86%
  • IDXV30 125   -3,37   -2,62%
  • IDXQ30 118   -1,18   -0,99%

Pencatatan saham Nara Hotel Internasional (NARA) ditunda, begini penjelasan BEI


Jumat, 07 Februari 2020 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kiri) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menunda pencatatan saham perdana atau listing PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA). Semula, perusahaan ini dijadwalkan akan mencatatkan saham perdana di BEI pada Jumat (7/2).

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menuturkan, keputusan BEI menunda pencatatan saham Nara Hotel lantaran ada komplain dari sejumlah investor pada saat penjatahan saham alias pooling dalam proses penawaran umum perdana dan juga adanya dugaan penambahan aset.

Baca Juga: Nara Hotels: Proses IPO sudah sesuai aturan

Menurutnya, BEI akan menelusuri lebih lanjut terkait keluhan dari investor tersebut. Inarno menegaskan pencatatan saham perdana ini ditunda dan bukan dibatalkan. 

“Saya juga enggak mengikuti secara detail, NARA itu kan penundaan bukan pembatalan. Ada komplain dari nasabah, mungkin kita harus berhati-hati melihatnya,” ujarnya ketika ditemui di BEI, Jumat (7/2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pemeriksaan terkait pengaduan beberapa investor ini.

Sayangnya, Inarno belum dapat menyampaikan sampai kapan penundaan pencatatan saham perdana ini. Yang jelas, saat ini BEI dan OJK tengah menyelidiki lebih lanjut mengenai pengaduan dari investor.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×