kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,08   17,18   2.21%
  • EMAS934.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.03%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Penawaran lelang sukuk negara naik, tenor pendek jadi pilihan investor


Selasa, 07 April 2020 / 19:28 WIB
Penawaran lelang sukuk negara naik, tenor pendek jadi pilihan investor
ILUSTRASI. Pada lelang sukuk negara kali ini, jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 18 triliun.

Reporter: Arvin Nugroho | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Fikri mengatakan tenor yang ditawarkan oleh pemerintah menjadi pertimbangan investor dalam membeli surat utang. Itu menunjukkan bahwa investor saat ini masih cenderung menahan diri dan melihat perkembangan ekonomi dalam 2–3 bulan ke depan.

Dari jumlah penawaran yang masuk, pemerintah hanya memenangkan Rp 6,29 triliun. Angka ini lebih rendah daripada target indikatif lelang sebesar Rp 7 triliun. Fikri melihat hal tersebut disebabkan oleh minat investor yang masih tertahan dan yield yang diminta cukup tinggi. Sehingga pemerintah memilih menjaga nilai penerbitan saat ini.

Sementara itu, Ramdhan melihat langkah pemerintah yang tidak memenangkan sesuai dengan target indikatif merupakan strategi pemerintah untuk mendapatkan yield terbaik saat ini.

Baca Juga: Moody's sematkan peringkat Baa2 untuk pandemic bond perdana Indonesia

Perppu No. 1 Tahun 2020

Tak hanya berupa dana, dalam mengatasi dampak dari penyebaran virus korona, Jokowi juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2020 tentang Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Salah satu aturan tersebut memberikan kewenangan untuk Bank Indonesia (BI) membeli Surat Utang Negara (SUN) dan/atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berjangka panjang di pasar perdana.

Fikri melihat kewenangan itu akan berdampak positif terhadap kondisi pasar saat ini. Apalagi saat ini pasar memperkirakan akan adanya tambahan permintaan dan likuiditas. Sehingga kebijakan itu menjadi bukti yang dapat memberikan kepercayaan bagi pasar bahwa stabilitas pasar keuangan akan dijaga oleh pemerintah.

Baca Juga: Postur APBN 2020 berubah, belanja pemerintah pusat turun Rp 87,5 triliun

Setali tiga uang, Ramdhan melihat kewenangan BI itu menjadikannya sebagai stabilisator pasar guna menjaga agar likuiditas di pasar masih cukup baik. Efeknya terlihat dari lelang kali ini yang menunjukkan bahwa minat investor masih tetap ada. Kendati demikian, Ramdhan mengatakan upaya BI untuk membeli SBSN kali ini belum terlihat. Sebab, fokus BI dan pemerintah saat ini tertuju pada pandemic bond.

Ramdhan mengatakan prospek SBSN ke depan masih cukup menjanjikan. Hanya saja, kondisi itu akan bergantung pada penanganan virus corona. Seandainya mereda, maka kondisi pun ikut berbalik stabil, SBSN berpotensi untuk diburu oleh investor.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×