kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pemulihan ekonomi bisa tekan potensi gagal bayar utang emiten


Minggu, 07 Maret 2021 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Analis menilai, potensi gagal bayar oleh perusahaan akan berkurang di tengah perbaikan ekonomi.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Perbaikan kondisi utang tersebut juga didorong oleh sejumlah sentimen positif dari penurunan suku bunga, pembentukan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, dan suntikan dana dari pemerintah khususnya emiten BUMN.

Sedangkan untuk emiten yang masih kesulitan membayar kewajiban, ia bilang perusahaan bisa melakukan retrukturisasi utang. Sehingga perusahaan tersebut nantinya dapat fokus dalam melakukan ekspansi.

Baca Juga: Kinerja tertekan Covid-19, begini rekomendasi analis untuk saham perhotelan

“Tapi risiko gagal bayar bisa saja terjadi, dan hal itu wajar di saat kondisi pendemi, sampai sekarang dampak negatifnya bukan lagi minoritas tapi mayoritas,” ujarnya.

Ia menilai sejumlah saham emiten khususnya BUMN masih memiliki prospek yang bagus karena mendapat suntikan dana dari pemerintah. Selain itu, mulainya SWF akan menjadi alternatif pembiayaan untuk pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Sukarno menyarankan pelaku pasar masih bisa mencermati saham-saham konstruksi seperti WIKA, PTPP, WSKT, dan ADHI dengan potensi bisa melaju 20% lebih tinggi dari harga saat ini.

Selanjutnya: Lagi, tiga perusahaan properti gagal bayar surat utang salah satunya BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×