kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah tunjuk tiga underwriter IPO Garuda


Jumat, 13 Agustus 2010 / 14:21 WIB


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rencana pelepasan saham perdana alias initial public offering (IPO) PT Garuda Indonesia Airlines menemui babak baru. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya menunjuk tiga penjamin emisi alias underwriter untuk hajatan ini.

"Hari ini kami sudah menunjuk tiga konsorsium underwriter Garuda," kata Mustafa Abubakar, Menteri BUMN. Mereka adalah Danareksa Sekuritas, Bahana Securities, dan Mandiri Sekuritas. Menurut Mustafa, ketiga perusahaan ini bertugas mencari selling agen alias penjual internasional.

Dia menegaskan, IPO Garuda ini tetap akan dilangsungkan pada akhir November. Sayang, ia masih enggan mengatakan berapa porsi saham yang nantinya akan dilepas. "Nanti saja. Underwriter ini yang menghitung porsinya, kan maksimal 40%," ucapnya.

Selain menunjuk tiga penjamin emisi, Mustafa juga bilang, pihaknya sudah menunjuk PT Datindo Entrikom sebagai Biro Administrasi Efek (BAE). Untuk penilai, Kementerian menunjuk Toto Suharto dan Notaris Fatya Helmi.

Elisa Lumbantoruan, Direktur Keuangan adinterim PT Garuda, mengatakan bahwa ia akan mengikuti keinginan pemegang saham. "Kami siap melakukan IPO kapan saja," imbuhnya. Elisa juga membenarkan, selama semester I 2010, laba bersih perusahaan mengalami penurunan menjadi Rp 127 miliar dari tahun lalu yang mencapai Rp 600 miliar.

Namun, Elisa tetap optimistis IPO ini akan berjalan lancar. Pasalnya, investor tentunya tidak akan melihat kinerja semester I 2010 saja dalam menanamkan dananya di pasar modal. "Investor itu juga melihat prospek perusahaan ke depan. Tahun ini kami targetkan laba bersih Rp 1 triliun," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×