kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pembatasan impor batubara China menekan harga batubara


Minggu, 24 Februari 2019 / 15:35 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara melemah di akhir pekan lalu. Sentimen yang mempengaruhi turunnya harga batubara karena kebijakan China membatasi impor batubara.

Mengutip Bloomberg, harga batubara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif April 2019 pada Kamis (21/2) berada di level US$ 93,75 per metrik ton. Angka ini turun 0,47% dari level sebelumnya US$ 94,20 per metrik ton. Sementara sepekan, harga batubara naik 3,36%.

Senior Riset dan Analis Asia Trade Points Futures Cahyo Dewanto mengatakan ada dua hal yang membuat harga batubara bergerak turun. Pertama, larangan impor batubara Australia berlabuh di pelabuhan Dalian, China.

"Bea cukai di pelabuhan utara China melarang impor batubara Australia dan akan membatasinya pada 2019. Hal ini terkait masalah Huawei, dimana Australia diduga ikut melarang jaringan 5G Huawei," ujar Cahyo kepada KONTAN, Jumat (22/2).

Padahal, menurut Cahyo, China merupakan pembeli utama impor batubara Australia. Sebanyak 89 juta per metrik ton diekspor Australia ke China. Disamping itu, Cahyo menilai, booming produksi batubara Glencore, tidak sejalan dengan permintaan. Apalagi direncanakan perusahaan tambang India, Adani Mining, juga akan melakukan penambangan batubara di Queensland.

Glencore Plc merupakan perusahaan batubara milik Murray Energy Corp di Kolombia. Kata Cahyo, perusahaan tersebut memperkirakan produksi dan ekspor batubara Kolombia akan tetap stabil tahun ini.

"Padahal kalau China membatasi impor batubara maka permintaan batubara semakin berkurang. Jadi percuma produksi besar tetapi permintaan sedikit. Maka harga akan tergerus," imbuh Cahyo.

Secara teknikal, Cahyo melihat, harga batubara berada di bawah garis MA 50, MA 100 dan MA 200. Kemudian indikator RSI areanya dibawah yaitu angka 14, indikator stochastic juga berada di area 9,6 atau turun, begitu juga indikator MACD di area 12,26.

Senin (25/2), Cahyo memperkirakan, harga batubara berkisar di level US$ 93,00 sampai US$ 93,50 per metrik ton. Sementara, dalam sepekan harga batubara berada di rentang US$ 90,00 sampai US$ 94,00 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×