Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan stablecoin dan tokenisasi aset membuka peluang baru bagi industri keuangan. Namun, adopsi institusi masih membutuhkan dukungan regulasi, infrastruktur, likuiditas, dan manajemen risiko.
Chief Executive Officer ICEx Group, Kai Hamza Pang mengatakan, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pasar penting di Asia dalam pengembangan infrastruktur keuangan generasi baru.
Menurutnya, besarnya pasar aset keuangan digital domestik membuka peluang pengembangan stablecoin, tokenized funds, hingga tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
“Tantangannya, membangun infrastruktur, keselarasan regulasi, dan kepercayaan institusi agar peluang tersebut dapat diwujudkan secara bertanggung jawab,” ujar Kai, dalam keterangannya, Kamis (27/8).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2026, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 22,69 juta investor. Sedangkan nilai transaksi Rp 28,58 triliun.
Baca Juga: Tekanan Eksternal Masih Membayangi Rupiah, Intip Prospeknya Pekan Depan
Direktur Finance and Risk Management ICEx Group, Rizky Indraprasto menilai, tantangan tokenisasi kini bukan sekadar membawa aset ke dalam jaringan blockchain atau on-chain, melainkan memastikan aset tersebut dapat digunakan secara nyata oleh institusi.
“Untuk itu, kita perlu melihat lebih jauh dari sekadar teknologi. Mulai dari likuiditas, penyelesaian transaksi, regulasi, dan distribusi, hingga kebutuhan institusi yang akan menggunakan produk tersebut,” kata Rizky.
Managing Director BitGo, Abel Seow menambahkan, adopsi institusional membutuhkan infrastruktur yang dapat dipercaya. Industri menurutnya mulai bergeser dari sekadar mengeksplorasi aset digital menuju penerapannya secara aman dan dalam skala besar.
Berbagai isu tersebut masuk dalam pembahasan Institutional Summit Powered by ICEx Group di Bali pekan lalu Hasil pembahasan akan dirangkum dalam laporan yang diharapkan menjadi referensi pengembangan kerangka stablecoin dan tokenisasi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














