Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dikenal sebagai salah satu eksportir utama batubara, tetapi besarnya ekspor komoditas tersebut belum mampu menutup beban impor minyak mentah nasional.
Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (28/8/2026) pukul 17.15 WIB, harga batubara berada di level US$ 139,50 per ton, naik 6,29% secara harian. Dalam sepekan, harga batubara menguat 6,90%, sedangkan secara bulanan naik 7,10%.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tingginya kebutuhan impor minyak menjadi tantangan bagi Indonesia meskipun negara ini memiliki produksi dan ekspor batubara yang besar.
Baca Juga: Dalam Sepekan, IHSG Bergerak Sideway
"Indonesia masih kekurangan minyak. Produksi kita hanya sekitar 602 ribu barel per hari, sementara kekurangannya mencapai 1,5 juta barel per hari," kata Ibrahim kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).
Kondisi tersebut membuat pergerakan harga minyak global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan Indonesia, mengingat ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri masih tinggi.
"Biaya impor cukup tinggi, sehingga ekspor batu bara yang begitu besar pun belum bisa menutupi biaya impor minyak mentah," ujarnya Ibrahim
Ibrahim menjelaskan, perbedaan skala transaksi antara minyak dan batubara juga menjadi salah satu alasan ekspor batubara sulit menutup biaya impor minyak.
"Ekspor batu bara perhitungannya berbeda dengan minyak mentah. Minyak mentah dihitung per hari, sehingga sebesar apa pun ekspor batu bara belum bisa menutupi biaya impor minyak mentah," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat kenaikan harga minyak mentah global berpotensi memberikan tekanan terhadap biaya impor energi Indonesia. Semakin tinggi harga minyak, semakin besar pula biaya yang perlu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan minyak dari pasar internasional.
Di sisi lain, batubara tetap menjadi salah satu komoditas strategis Indonesia karena memiliki basis produksi yang besar dan menjadi sumber ekspor. Namun, ketergantungan terhadap impor minyak membuat kenaikan harga minyak global tetap menjadi risiko bagi neraca energi nasional.
Meski demikian, Ibrahim memproyeksikan harga batubara diperkirakan dapat naik hingga sekitar US$ 170 per ton.
Baca Juga: Risiko Hormuz Mereda, Harga Minyak Berpotensi Kembali Terkoreksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














