kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Pelemahan Rupiah Tekan Margin Emiten Alat Kesehatan, Simak Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 25 Juni 2026 / 18:08 WIB
Pelemahan Rupiah Tekan Margin Emiten Alat Kesehatan, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah hingga 2026 ancam margin emiten alat kesehatan. Simak rekomendasi saham pilihan untuk emiten alat kesehatan (IRRA/NULL)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus terjadi sepanjang tahun berjalan 2026 berpotensi menekan kinerja emiten sektor alat kesehatan hingga akhir 2026.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai depresiasi rupiah akan berdampak langsung pada kenaikan biaya impor bahan baku dan alat kesehatan.

“Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku dan alat kesehatan, sehingga menekan margin laba,” terang Azis kepada Kontan, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Terbatas pada Jumat (26/6), Ini Sentimennya

Menurutnya, dampak tersebut akan lebih terasa pada emiten yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor dan memiliki ruang terbatas untuk menaikkan harga jual.

Azis menambahkan, risiko tekanan margin di sektor ini tergolong tinggi, mengingat industri alat kesehatan di Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku dan komponen.

“Namun, tekanan margin dapat diredam melalui penyesuaian harga, diversifikasi pemasok, dan peningkatan porsi produk lokal,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, strategi efisiensi menjadi kunci bagi emiten untuk menjaga profitabilitas. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain pengelolaan persediaan, optimalisasi operasional, serta peningkatan utilisasi kapasitas produksi.

Meski demikian, efektivitas strategi tersebut tetap bergantung pada durasi dan besarnya tekanan nilai tukar.

 

Dari sisi saham, Azis merekomendasikan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) secara teknikal.

“Secara teknikal, IRRA membentuk pola doji dan berada di area support,” ungkapnya.

Ia memberikan rekomendasi trading buy untuk IRRA dengan target harga di kisaran Rp 376-Rp 388 per saham, serta level support di rentang Rp 342-Rp 348.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×