kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Gelar RUPST Hari Ini (23/6), Simak Rekomendasi Saham RAJA, MBSS, GGRM


Selasa, 23 Juni 2026 / 17:16 WIB
Gelar RUPST Hari Ini (23/6), Simak Rekomendasi Saham RAJA, MBSS, GGRM
ILUSTRASI. Para analis memberikan rekomendasi saham untuk RAJA, MBSS, GGRM usai gelar RUPST hari ini (23/6) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten kompak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (23/6/2026), di antaranya PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Di tengah agenda korporasi tersebut, investor juga mencermati prospek masing-masing emiten guna menentukan peluang investasi ke depan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, sejumlah saham masih memiliki katalis yang positif untuk dicermati investor, terutama RAJA, MBSS, dan GGRM.

Untuk saham GGRM, Nafan menyoroti perbaikan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Emiten rokok tersebut berhasil membukukan laba bersih Rp 1,54 triliun, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 104,4 miliar.

Baca Juga: Status Emerging Market Indonesia di Ujung Tanduk, Putusan MSCI Dinanti Pasar

“Langkah efisiensi biaya pokok pendapatan dan pemangkasan beban bunga terbukti berhasil mengompensasi penurunan tipis dari sisi volume penjualan,” ujar Nafan kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Selain itu, kebijakan pemerintah yang menahan atau melonggarkan agresivitas kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) juga memberi ruang bagi emiten rokok untuk menjaga margin profitabilitas tanpa harus menaikkan harga jual secara ekstrem yang berisiko memicu downtrading lebih dalam.

Kemudian untuk MBSS, Nafan menilai prospeknya masih menarik berkat posisi keuangan yang kuat. Ia menyebut perusahaan memiliki kas internal yang besar, mencapai lebih dari Rp 2 triliun, sehingga memberikan fleksibilitas dalam mendukung ekspansi bisnis.

Di sepanjang 2026, MBSS juga tengah melakukan diversifikasi bisnis dengan memperbesar kapasitas jasa logistik laut di luar komoditas batubara. Meski kontrak jangka panjang dengan grup Adaro masih mendominasi sekitar 60% pendapatan, kontribusi dari pengangkutan nikel terus meningkat dan diperkirakan mendekati 40%.

Menurut Nafan, strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan MBSS terhadap siklus bisnis batubara.

Selain itu, mayoritas kontrak operasional MBSS yang berdenominasi dolar AS memberikan perlindungan alami terhadap volatilitas nilai tukar rupiah. Dengan rasio utang yang sangat rendah atau debt to equity ratio (DER) sekitar 6,8%, perusahaan juga relatif tidak sensitif terhadap fluktuasi suku bunga.

Sementara untuk RAJA, Nafan melihat sejumlah katalis baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Salah satunya berasal dari anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang memenangkan lelang kepemilikan tidak langsung sebesar 20% di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu blok gas terbesar di Jawa Timur.

Baca Juga: Yield SRBI Tenor Satu Tahun Tembus 7,74%, Daya Tarik Obligasi Negara Kian Tergerus

Selain itu, RAJA saat ini juga tengah mengawal sembilan proyek strategis, mulai dari pembangunan pipa BBM di Kalimantan Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, studi kelayakan terminal LNG di Banten, pengembangan fasilitas LNG di Kalimantan, hingga penjajakan proyek energi baru dan terbarukan (EBT).

Dari sisi aksi korporasi, Nafan menilai rencana stock split dengan rasio 1:5 yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPS hari ini akan menjadi sentimen positif bagi saham RAJA.

“Langkah stock split ini memperluas basis investor ritel karena harga unit investasi per lot-nya menjadi jauh lebih terjangkau dan likuid di market,” ujar Nafan.

Berdasarkan prospek tersebut, Nafan merekomendasikan buy untuk saham GGRM dengan target harga Rp 18.925 per saham.

Untuk saham RAJA, ia juga memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 4.850 per saham.

 

Ada pun saham MBSS direkomendasikan accumulative buy dengan target harga Rp 3.010 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×