Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026).
IHSG naik 1,96% atau bertambah 115,6 poin ke level 5.999,04, setelah sempat tertekan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG didorong meredanya kekhawatiran pasar terkait hasil tinjauan MSCI.
“Setelah pasar sempat didera kekhawatiran bahwa posisi Indonesia akan diturunkan menjadi Frontier Market, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market langsung meredakan kepanikan,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Jumat (26/6), Ini Pendorong Utamanya
Menurutnya, keputusan tersebut berhasil menahan potensi arus keluar dana asing dalam skala besar dan memicu aksi bargain hunting setelah IHSG sempat anjlok pada hari sebelumnya.
Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik global turut memberikan sentimen positif bagi aset berisiko di negara berkembang.
Penurunan harga minyak mentah dunia juga dinilai menjadi katalis tambahan, mengingat Indonesia merupakan negara importir minyak sehingga berdampak positif terhadap kondisi fiskal dan ekspektasi inflasi.
Dari sisi eksternal, penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang mencatatkan kenaikan signifikan, seperti indeks Kospi dan Nikkei yang menguat lebih dari 2%.
Optimisme regional tersebut turut meningkatkan risk appetite investor di pasar domestik.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan penguatan IHSG juga ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan dan konglomerasi.
“Penguatan IHSG hari ini didorong oleh emiten-emiten berkapitalisasi besar, meskipun masih terdapat beberapa catatan dari MSCI yang perlu dicermati kembali pada November 2026,” jelasnya.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Jumat (26/6), Ini Pendorong Utamanya
Di sisi lain, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta rencana pemotongan anggaran juga turut memberikan sentimen positif bagi pasar.
Untuk perdagangan Jumat (26/6/2026), Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di 5.848 dan 5.723, serta resistance di 6.127 dan 6.257.
Sementara itu, Herditya memproyeksikan penguatan IHSG cenderung terbatas dan masih rawan koreksi, dengan level support di 5.982 dan resistance di 6.042.
Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, antara lain MAPA pada kisaran Rp 670-Rp 750, UNTR di rentang Rp 23.850-Rp 24.850, serta UNVR pada level Rp 1.875-Rp 2.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














