kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Pelemahan harga komoditas terus membebani AUD


Minggu, 17 Januari 2016 / 15:58 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pelemahan harga komoditas terus membayangi mata uang AUD. Akhirnya, AUD menyerah kalah di hadapan the greenback.

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/1) pasangan AUD/USD melemah tajam 1,73% ke level 0,6864.

Nanang Wahyudi, analis PT Finex Berjangka mengatakan, prospek kenaikan suku bunga The Fed tahun ini hingga maksimal 1,5% masih menjaga tren penguatan dollar AS di hadapan AUD. Meski data ekonomi AS kurang menggembirakan, pelaku pasar masih berspekulasi akan adanya kenaikan suku bunga tahun ini.

Dari Australia, data home loans bulan November sebenarnya naik cukup signifikan yakni 1,8% atau jauh di atas proyeksi minus 0,4% dan angka sebelumnya minus 0,3%. Namun, mata uang AUD saat ini sedang terbebani oleh merosotnya harga komoditas.

Pasalnya, Australia merupakan negara dengan ekspor utama berupa komoditas. “Harga minyak dan emas masih turun, terutama minyak dunia yang terus berada di dekat level terendah dalam 12 tahun,” ujar Nanang.

Senin (18/1) Australia akan merilis data penjualan kendaraan bermotor bulan Desember 2015. Namun, data tersebut tidak banyak mempengaruhi AUD. Sementara USD minim sentimen. Nanang memprediksi pelemahan AUD/USD akan berlanjut di awal pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×