kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Pekan depan, data China bisa tekan rupiah


Jumat, 15 Januari 2016 / 23:25 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kondisi ekonomi China menjadi sentimen eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah dalam sepekan ini.

Pekan depan, data – data ekonomi negeri panda akan kembali menjadi faktor penggerak rupiah.

Agus Chandra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, belum ada data ekonomi dalam negeri yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah pekan depan.

“Belum ada data baru yang dirlis pekan depan,” paparnya.

Sebaliknya, dari eksternal ada berbagai data ekonomi terutama dari China.

Pada awal pekan depan, Amerika Serikat (AS) libur nasional sehingga sentimen penggerak rupiah lebih sepi.

Kemudian pada Selasa (19/1) negeri Tiongkok akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2015 yang diprediksi sebesar 6,9% atau sama dengan kuartal sebelumnya.

China juga akan merilis data lain di hari yang sama, yakni pertumbuhan produksi sektor industri bulan Desember 2015 yang diprediksi sebesar 6% atau melemah dari sebelumnya 6,2% serta data fixed asset investment yang diperkirakan tetap di level 10,2%.

Di samping sentimen dari China, pergerakan rupiah akan melihat data inflasi, data perumahan dan klaim pengangguran AS yang dirlis pada Rabu (20/1) dan Kamis (21/1).

Menurut Agus, risiko terpaan sentimen eksternal membuat rupiah berpotensi melemah dalam sepekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×