kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.977   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.885   140,75   2,45%
  • KOMPAS100 765   21,35   2,87%
  • LQ45 581   15,60   2,76%
  • ISSI 204   4,45   2,23%
  • IDX30 329   8,65   2,70%
  • IDXHIDIV20 404   9,81   2,49%
  • IDX80 87   2,38   2,81%
  • IDXV30 110   2,46   2,29%
  • IDXQ30 106   2,69   2,61%

Pefindo Sematkan Peringkat idAA untuk Kliring Berjangka Indonesia, Prospek Stabil


Jumat, 03 Juli 2026 / 09:17 WIB
Pefindo Sematkan Peringkat idAA untuk Kliring Berjangka Indonesia, Prospek Stabil
ILUSTRASI. PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) (dok/ PT Kliring Berjangka Indonesia )


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAA untuk PT Kliring Berjangka Indonesis (KBI). Peringkat tersebut diberikan salah satunya karena kekuatan praktik manajemen risiko.

“Pefindo menetapkan peringkat idAA dengan prospek stabil kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI),” ujar Danan Dito & Rihzan Fauzi, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026). 

Peringkat ini didukung oleh posisi terdepan KBI di antara lembaga kliring derivatif di Indonesia, tingkat penggunaan utang yang minimal, serta kekuatan praktik manajemen risiko. Peringkat ini dibatasi oleh paparan inheren perusahaan terhadap risiko operasional dan sensitivitas terhadap volatilitas pasar. 

Baca Juga: Obligasi Chandra Asri (TPIA) Senilai Rp 361 Miliar Akan Jatuh Tempo di September 2026

Kenaikan peringkat dapat dipertimbangkan apabila KBI secara signifikan memperluas skala dan ragam lini bisnisnya sedemikian rupa. Sehingga mengurangi eksposurnya terhadap fluktuasi pasar, sembari tetap menjaga profil keuangan yang kuat. Kenaikan peringkat juga dapat dipertimbangkan apabila posisi strategis KBI di dalam Danantara menjadi semakin signifikan. 

Di sisi lain, peringkat dapat menghadapi tekanan ke arah penurunan apabila pendapatan atau EBITDA KBI berada jauh di bawah ekspektasi Pefindo. Atau apabila perusahaan menanggung utang yang jauh melampaui proyeksi. 

“Tekanan terhadap peringkat juga dapat muncul apabila belanja modal melampaui ekspektasi tanpa diikuti perbaikan kinerja bisnis yang sepadan,” tulis Pefindo dalam laporannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×