kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.165   21,00   0,12%
  • IDX 7.665   -11,41   -0,15%
  • KOMPAS100 1.062   -0,92   -0,09%
  • LQ45 764   -0,35   -0,05%
  • ISSI 279   1,61   0,58%
  • IDX30 406   -0,44   -0,11%
  • IDXHIDIV20 491   -0,23   -0,05%
  • IDX80 119   -0,08   -0,07%
  • IDXV30 138   1,75   1,28%
  • IDXQ30 130   -0,20   -0,15%

Pefindo Catat Mandat Penerbitan Obliasi Rp 66,28 Triliun per Maret 2026


Rabu, 15 April 2026 / 13:30 WIB
Pefindo Catat Mandat Penerbitan Obliasi Rp 66,28 Triliun per Maret 2026
ILUSTRASI. Suasana di Treasury Bank Negara Indonesia, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat total mandat penerbitan surat utang (obligasi) korporasi yang belum melantai di bursa mencapai Rp 66,28 triliun per 31 Maret 2026. 

Nilai ini berasal dari rencana aksi korporasi 45 perusahaan yang tengah bersiap menghimpun dana di pasar modal.

Chief Economist Pefindo Suhindarto menjabarkan, sektor pembiayaan konsumtif-otomotif atau perusahaan multifinance menduduki posisi teratas. Sebanyak enam perusahaan di sektor ini berencana menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai Rp 11 triliun.

Baca Juga: Rupiah Loyo Lagi ke Rp 17.141 per Dolar AS Rabu Siang (15/4), Tertekan Outflow Asing

Di posisi kedua, sektor perbankan mencatatkan rencana emisi sebesar Rp 9,18 triliun dan entitas terkait pemerintah yang bergerak di sektor layanan publik berada di urutan ketiga dengan rencana penerbitan senilai Rp 7,05 triliun.

Dari sisi jenis instrumen, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi masih menjadi primadona, dengan total nilai mencapai Rp 32,98 triliun

"Dari sisi instrumen, PUB obligasi masih terus mendominasi, diikuti oleh obligasi yang tidak PUB, kemudian diikuti oleh PUB sukuk, sukuk, baru instrument lainnya seperti MTN, surat berharga perpetual, dan juga sekuritisasi," jelas Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (15/4/2026).

Dari sisi kepemilikan, perusahaan non BUMN terlihat lebih agresif dalam memanfaatkan pasar obligasi. Tercatat sebanyak 33 perusahaan non-pelat merah menyiapkan rencana penerbitan dengan total nilai mencapai Rp 48,81 triliun.

Sementara itu, dari kelompok badan usaha milik negara (BUMN) dan entitas terkait, terdapat 12 perusahaan yang terdiri dari BUMN, anak usaha BUMN, hingga BUMD yang juga akan masuk ke pasar. Total rencana penerbitan dari kelompok ini mencapai Rp 17,47 triliun.

Bersamaan dengan itu, Pefindo cukup optimistis penerbitan surat utang sepanjang tahun ini berada pada besaran Rp 154 - Rp 196,86 triliun, dengan titik tengah pada Rp 175,77 triliun.

Salah satu katalis yang mendorong potensi pencapaian target tersebut adalah nilai jatuh tempo yang jumbo pada periode Mei-Desember 2026 senilai Rp 124,12 triliun. Selain itu, pertumbuhan ekonomi domestik juga diprediksi masih solid di sisa tahun ini.

Baca Juga: Astra Agro (AALI) Bagi Dividen Final Tahun 2025 Rp335 per saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×