kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pasokan Freeport mengancam harga tembaga


Rabu, 10 Februari 2016 / 20:28 WIB
Pasokan Freeport mengancam harga tembaga


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kekhawatiran meningkatnya pasokan global membuat harga tembaga kian tertekan. Mengutip Bloomberg, Rabu (10/2) pukul 14.18 WIB, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun tipis 0,1% ke level US$ 4.514 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir tembaga tergerus 2,61%.

Tembaga terus melemah setelah Indonesia memberi izin Freeport-McMoRan Inc. untuk melakukan ekspor konsentrat dari tambang Grasberg di Papua. Grasberg merupakan tambang dengan kapasitas terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya, Freeport mengajukan izin ekspor konsentrat sebesar 1 juta ton selama enam bulan ke depan. Izin ekspor Freeport dikhawatirkan akan semakin memperparah kelebihan pasokan tembaga global.

Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka mengatakan, izin ekspor Freeport keluar di saat produsen tembaga sedang berupaya mengurangi produksinya. “Ini menyebabkan harga tembaga turun tetapi hanya akan sementara,” ujarnya.

Morgan Stanley mengatakan, adanya tambahan supply tahun ini akan menghilangkan dampak dari pengurangan produksi dari beberapa produsen. Morgan Stanley memperkirakan output tembaga akan tetap meningkat sebesar 3% tahun ini menjadi 19,9 juta ton.

Sementara Goldman Sach menurunkan proyeksi harga tembaga tahun ini menjadi US$ 4.000 per metrik ton dari proyeksi sebelumnya US$ 4.500 per metrik ton. "Kami mengantisipasi tidka ada pemulihan pada permintaan logam di China pada tahun 2016," ujar Max Layton, analis Goldman, seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×