kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 17.990   -52,00   -0,29%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Pasca akuisisi, berikut rekomendasi analis terhadap kinerja Solusi Bangun (SMBC)


Kamis, 06 Februari 2020 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Buruh mengangkut sak semen di sebuah gudang penyimpanan di kawasan Kapuk Peternakan, Jakarta, Rabu (21/08).


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Noverius Laoli

Sukarno turut mengatakan SMCB tahun ini juga dibayangi oleh sentimen negatif. Yang perlu diperhatikan adalah internal perusahaan sendiri. Posisi rasio hutang SMCB tergolong diatas rata-rata industri. “Bisa menjadi beban sehingga memberatkan bottom linenya,” jelasnya.

William juga menambahkan, meskipun proyek infrastruktur di luar Pulau Jawa terbuka lebar, bukan berarti SMCB dapat mendominasi pasar. Pasalnya, persaingan emiten di sektor semen masih ketat memaksa emiten semen untuk menerapkan harga kompetitif untuk produk mereka. Hal tersebut juga akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Efek Akusisi SMCB Mulai Terasa, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham SMGR

Ketiga analis memasang rekomendasi yang berbeda. Sukarno memasang rekomendasi hold dengan skema, jika harga mampu menguji resistance di level Rp 1.030 maka dapat menguat hingga Rp 1.095.

Sedangkan Analis Valbury Sekuritas memasang rekomendasi sell dengan target harga Rp 1.200. Disisi lain, William memasang rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.250.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×