Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.
Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (24/6) pukul 14.45 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 62.610, melemah 0,3% dalam 24 jam terakhir dan turun 4,4% dalam sepekan.
Di sisi lain, pada pasar saham Amerika Serikat tampak pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%.
Baca Juga: Tensi Geopolitik AS-Iran Turun, Investor Disarankan Lebih Tetap Selektif Pilih Saham
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, berpandangan koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Kata Ryan, hasil negosiasi AS-Iran yang masih ditunggu kepastiannya tersebut, berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global ke depan.
Kendati demikian Ryan menyebut ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, sebab apa pun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global.
Tetapi jika dicermati kondisi ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat.
“Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” tutur Ryan, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Di tengah perkembangan pasar, Ryan juga menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain.
Baca Juga: Wall Street Menguat, Saham Chip Melonjak Setelah Ketegangan AS-Iran Mereda
"Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil.
Sejumlah tokenisasi aset berbasis real-world assets (RWA) yang direkomendasikan oleh Ryan adalah Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX).
Selain itu, investor juga dapat mencermati sejumlah Tokenized US Stocks atau aset tokenisasi saham AS seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang mana bisa memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital.
Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














