kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.873   -62,00   -0,35%
  • IDX 5.833   -63,39   -1,08%
  • KOMPAS100 756   -8,61   -1,13%
  • LQ45 576   -7,28   -1,25%
  • ISSI 202   -1,27   -0,63%
  • IDX30 327   -4,02   -1,21%
  • IDXHIDIV20 403   -4,47   -1,10%
  • IDX80 86   -0,97   -1,12%
  • IDXV30 109   -0,75   -0,69%
  • IDXQ30 106   -1,24   -1,16%

Pasar Obligasi Global Tertekan, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Domestik


Senin, 08 Januari 2024 / 10:39 WIB
Pasar Obligasi Global Tertekan, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Domestik
ILUSTRASI. Pasar obligasi global tertekan, begini efeknya di pasar domestik


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi global tertekan oleh berlanjutnya ekspansi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada bulan Desember 2023. Terjadi kenaikan yang di luar dugaan pada angka non-farm payrolls (NFP) menjadi 216.000 dari prediksi konsensus 170.000.

Kemudian, tingkat partisipasi angkatan kerja pada Desember 2023 melemah menjadi 62,5%, dari angka November dan prediksi konsensus sebesar 62,8%. Akan tetapi, tingkat pengangguran bertahan di 3,7% dari konsensus 3,8%.

"Hal ini berpotensi mendorong The Fed untuk semakin berhati-hati dalam menyikapi wacana dovish pivot," ucap Fixed Income & Macro Strategist PT Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi dalam risetnya, Senin (8/1). 

Baca Juga: Otak-atik Portofolio Investasi di Tahun Politik, Instrumen Apa yang Menarik?

Meskipun begitu, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemotongan suku bunga acuan bulan Maret 2024 tetap tinggi di level 62%, dari sebelumnya 64%.

Yield US Treasury tenor 10 tahun dan Bund naik masing-masing 5 dan 3 bps menjadi 4,05% dan 2,16%. Indeks obligasi S&P untuk developed market dan EMBI untuk emerging market juga turun 0,2%. 

Reaksi jual investor di pasar global berpotensi memperkuat tekanan jual di pasar domestik yang berlangsung pada Jumat pekan lalu (5/1). Hal ini tercermin dari kenaikan yield 10Y INDOGB dan INDON masing-masing sebesar 5 bps dan 14 bps menjadi 6,71% dan 5,14%. 

Baca Juga: Simak Saran Analis dalam Menyusun Portofolio Investasi di Tahun Politik Berikut Ini

Lionel memperkirakan yield 10Y INDOGB dan INDON masih akan bergerak naik menuju rentang 6,7%-6,8% dan 5,15%-5,25% pada Senin (8/1).

Fluktuasi rupiah diperkirakan stabil di rentang Rp 15.500-Rp 15.600 per dolar AS akibat pergerakan sideways indeks dolar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×