kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.016   18,00   0,10%
  • IDX 6.137   -11,10   -0,18%
  • KOMPAS100 797   -1,50   -0,19%
  • LQ45 612   -0,10   -0,02%
  • ISSI 212   0,34   0,16%
  • IDX30 339   -0,03   -0,01%
  • IDXHIDIV20 429   1,71   0,40%
  • IDX80 91   -0,17   -0,19%
  • IDXV30 116   0,12   0,11%
  • IDXQ30 110   0,43   0,39%

Pasar Obligasi Global Tertekan, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Domestik


Senin, 08 Januari 2024 / 10:39 WIB
Pasar Obligasi Global Tertekan, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Domestik
ILUSTRASI. Pasar obligasi global tertekan, begini efeknya di pasar domestik


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi global tertekan oleh berlanjutnya ekspansi pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pada bulan Desember 2023. Terjadi kenaikan yang di luar dugaan pada angka non-farm payrolls (NFP) menjadi 216.000 dari prediksi konsensus 170.000.

Kemudian, tingkat partisipasi angkatan kerja pada Desember 2023 melemah menjadi 62,5%, dari angka November dan prediksi konsensus sebesar 62,8%. Akan tetapi, tingkat pengangguran bertahan di 3,7% dari konsensus 3,8%.

"Hal ini berpotensi mendorong The Fed untuk semakin berhati-hati dalam menyikapi wacana dovish pivot," ucap Fixed Income & Macro Strategist PT Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi dalam risetnya, Senin (8/1). 

Baca Juga: Otak-atik Portofolio Investasi di Tahun Politik, Instrumen Apa yang Menarik?

Meskipun begitu, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemotongan suku bunga acuan bulan Maret 2024 tetap tinggi di level 62%, dari sebelumnya 64%.

Yield US Treasury tenor 10 tahun dan Bund naik masing-masing 5 dan 3 bps menjadi 4,05% dan 2,16%. Indeks obligasi S&P untuk developed market dan EMBI untuk emerging market juga turun 0,2%. 

Reaksi jual investor di pasar global berpotensi memperkuat tekanan jual di pasar domestik yang berlangsung pada Jumat pekan lalu (5/1). Hal ini tercermin dari kenaikan yield 10Y INDOGB dan INDON masing-masing sebesar 5 bps dan 14 bps menjadi 6,71% dan 5,14%. 

Baca Juga: Simak Saran Analis dalam Menyusun Portofolio Investasi di Tahun Politik Berikut Ini

Lionel memperkirakan yield 10Y INDOGB dan INDON masih akan bergerak naik menuju rentang 6,7%-6,8% dan 5,15%-5,25% pada Senin (8/1).

Fluktuasi rupiah diperkirakan stabil di rentang Rp 15.500-Rp 15.600 per dolar AS akibat pergerakan sideways indeks dolar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×