kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.018   55,00   0,31%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Outlook negatif dari S&P bisa tekan IHSG, simak proyeksi hingga akhir tahun


Senin, 20 April 2020 / 05:25 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Depresiasi nilai tukar rupiah dan beban utang dalam beberapa tahun ke depan akibat kebijakan fiskal dalam menghadapi pandemi corona (Covid-19) membuat Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) menurunkan outlook utang Indonesia dari sebelumnya stabil menjadi negatif.

Presiden Direktur Astronacci International Sekuritas, Gema Goeyardi menilai, revisi outlook dari S&P tersebut akan memengaruhi kinerja IHSG. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun juga akan menyebabkan IHSG tertekan untuk periode semester I-2020 ini.

Baca Juga: Ini yang perlu dilakukan pemerintah agar outlook S&P kembali stabil

Tetapi dalam minggu ini, Astronacci menilai IHSG memiliki peluang untuk menguat, Sesuai dengan prediksi Astronacci bahwa pembentukan support terjadi pada tanggal 16 -17 April 2020 kemarin.

“Namun penguatan ini memang belum merupakan konfirmasi perubahan tren bearish ke bullish,” ujar Gema saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (19/4).

Gema menilai, revisi outlook dari S&P tersebut bakal membuat sebagian dana asing keluar lagi dari pasar ekuitas Indonesia. Prediksi Gema, dana asing akan terus cabut dari pasar saham tanah air sampai akhir kuartal-II 2020.

“Kami melihat dengan revisi outlook ini, Pemerintah perlu melakukan stimulus yang bisa mendatangkan kembali dana asing,” sambung dia.

Baca Juga: Ini lima saham berkapitalisasi pasar jumbo yang paling banyak dilepas asing




TERBARU

[X]
×