kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

OJK restui rights issue GSMF


Senin, 01 Februari 2016 / 15:05 WIB
OJK restui rights issue GSMF

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) melakukan penawaran umum terbatas IV (PUT IV) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue direstui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan efektif rights issue GSMF diterbitkan pada Kamis (28/1).

GSMF berharap bisa meraup dana segar Rp 269,48 miliar dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,45 miliar saham seri C dengan nominal Rp 100 per saham. Harga penawaran saham tersebut senilai Rp 110 per saham. Perusahaan menargetkan, bisa mencatatkan saham baru di Bursa Efek Indonesia pada 15 Februari 2016.


"Dana hasil PUT IV ini akan digunakan untuk pendanaan terkait penambahan penyertaan saham di Bank Ganesha dalam rangka mempertahankan persentase kepemilikan saham sebesar 29,86%," ungkap GSMF dalam prospektus yang dirilis pekan lalu.

Saat ini, Equity Global International Limited memiliki 81,43% saham GSMF. Sisanya 18,57% saham milik publik. Kepemilikan pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi hak mereka bisa terdilusi hingga 31,91%.

Sekadar informasi, GSMF adalah induk usaha beberapa perusahaan sektor finansial. GSMF memiliki 73,33% saham PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM), 52,74% saham PT Lintas Dunia Travelindo, 55,05% saham PT Equity Life Indonesia, 59,12% saham PT Equity Finance Indonesia, 61,38% saham PT Equity Securities Indonesia, 51,11% saham PT Ventura Investasi Utama, 96,94 saham PT Datindo Entrycom, dan 75,04% saham PT Lumbung Sari.

Perlu diketahui, selama tujuh bulan hingga Juli 2015, GSMF mencatatkan total pendapatan senilai Rp 700,73 miliar, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp 720,15 miliar. Sedangkan hingga Juli 2015, laba GSMF tercatat Rp 61,47 miliar, meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 46,97 miliar.




TERBARU

Close [X]
×