kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.946   -64,00   -0,38%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Barito Renewables (BREN) Kantongi Laba Bersih US$ 132 Juta di 2025, Naik 8,3%


Jumat, 20 Maret 2026 / 13:00 WIB
Barito Renewables (BREN) Kantongi Laba Bersih US$ 132 Juta di 2025, Naik 8,3%
ILUSTRASI. Barito Renewables Energy, BREN (DOK/Barito Renewables Energy)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Melansir laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, BREN mencatat pendapatan US$ 605 juta pada 2025, meningkat 1,4% secara tahunan (YoY) dari US$ 597 juta pada 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong produksi listrik panas bumi yang stabil serta kontribusi dari Unit Binary Salak.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA BREN tercatat sebesar US$ 518 juta, naik tipis 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, margin EBITDA masih terjaga tinggi di level 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin pengelolaan biaya.

Adapun laba setelah pajak mencapai US$ 165 juta, tumbuh 6,5% secara tahunan dibanding US$ 155 juta di periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja operasional serta penurunan beban bunga seiring keberhasilan Perseroan dalam melakukan optimalisasi utang.

Alhasil, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) juga tercatat tumbuh 8,3% YoY menjadi US$ 132 juta dari sebelumnya US$ 122 juta.

Baca Juga: Harga Perak Terkoreksi di Tengah Tensi Geopolitik, Ini Prospek Selanjutnya

Direktur Utama BREN Hendra Soetjipto mengatakan, capaian ini mencerminkan ketahanan bisnis BREN di tengah kondisi yang menantang, termasuk tekanan pada segmen pembangkit listrik tenaga angin.

“Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami,” ujar Hendra dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Secara operasional, BREN mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang 2025. Proyek retrofit Salak selesai pada kuartal III 2025 dengan tambahan kapasitas 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. 

Dengan tambahan tersebut, total kapasitas terpasang mencapai 910 MW hingga akhir 2025. Selain itu, BREN juga mencatat kemajuan pada proyek Hamidingan yang menyelesaikan dua sumur eksplorasi pada Desember 2025, mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55 MW–60 MW.

Dari sisi neraca, total aset BREN meningkat menjadi US$ 3,87 miliar pada akhir 2025, sementara total liabilitas turun menjadi US$ 2,98 miliar. Penurunan liabilitas ini turut memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) menjadi 2,36 kali.

Ke depan, BREN akan melanjutkan pengembangan proyek panas bumi, termasuk Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat (20/3), Turun Rp 50.000 Jadi Rp 2.893.000 Per Gram

Setelah proyek tersebut rampung, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan melampaui 1 GW.

"Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami," kata Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×