kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

OJK Jatuhkan Denda Rp 96,33 Miliar kepada Ratusan Pelanggar Aturan Pasar Modal


Kamis, 02 April 2026 / 15:27 WIB
OJK Jatuhkan Denda Rp 96,33 Miliar kepada Ratusan Pelanggar Aturan Pasar Modal
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan dan menjaga integritas pasar modal melalui pemberian sanksi administratif kepada para pelaku pelanggaran pasar modal.

Sejak awal tahun hingga 31 Maret 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada sedikitnya 233 pihak dengan total nilai denda mencapai Rp 96,33 miliar. 

Dari total sanksi tersebut, sekitar Rp 29,3 miliar berasal dari kasus yang berkaitan langsung dengan praktik manipulasi pasar yang sering menjadi perhatian semua pihak.

“Tentu langkah ini akan kami lanjutkan, kami teruskan, kami hadirkan dan akan menjadi bagian penting dalam upaya kita terus menghadirkan disiplin pasar, integritas pasar, market conduct yang baik,” kata Hasan di gedung BEI, Kamis (02/4/2026).

Baca Juga: Ditopang Fintech, Prospek Kinerja GOTO 2026 Masih Menjanjikan

Dengan penegakan yang diambil, OJK berharap dapat memulihkan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu, Hasan juga menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat melemah 16,91% sejak awal tahun hingga 1 April 2026, dengan posisi berada di level 7.184,44.

Menurut Hasan, tekanan tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga dialami oleh berbagai bursa di kawasan regional maupun global.

Ia bilang, kondisi ini lebih mencerminkan dinamika eksternal dibandingkan faktor fundamental domestik semata. Meski begitu, OJK terus memantau perkembangan pasar secara intensif untuk memahami respons investor terhadap situasi yang terjadi.

“Di tengah dinamika tersebut kami mencermati terus perkembangan dari hari ke hari untuk menakar dan menunggu sejauh mana tingkat reaksi dari para investor kita dan kami mengkonfirmasi bahwa sejauh ini resiliensi atau daya tahan dari pasar domestik kita masih dapat dan tetap terjaga,” kata Hasan.

Baca Juga: Laba Gudang Garam (GGRM) Melonjak 58,69% Jadi Rp 1,55 Triliun pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×