Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO), PT Niramas Utama Tbk (JELI) fokus mendorong profitabilitas didorong strategi penyederhanaan portofolio produk.
Sepanjang 2025, laba bersih JELI meningkat sekitar 220% menjadi Rp 39,4 miliar dari Rp 12,3 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, penjualan turun 4,49% menjadi Rp 753,01 miliar dibandingkan Rp 788,4 miliar pada 2024.
Direktur Niramas Utama Adhi S. Lukman menjelaskan penurunan penjualan merupakan dampak evaluasi terhadap produk yang dinilai kurang produktif dan memiliki margin rendah.
Baca Juga: Enam Emiten Bakal IPO di Semester II 2026, Mana yang Menarik?
"Kami melakukan penyesuaian terhadap sejumlah SKU yang kurang produktif. Ini justru memperbaiki struktur kinerja perseroan dan meningkatkan profitabilitas menjelang IPO,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Strategi tersebut turut tercermin pada peningkatan EBITDA sebesar 28,14% menjadi Rp102,3 miliar pada 2025. Return on Equity (ROE) juga naik menjadi 26,82% dari sebelumnya 9,81%.
Di sisi lain, struktur permodalan semakin sehat. Debt to Equity Ratio (DER) turun menjadi 2,79 kali pada 2025 dibandingkan 3,82 kali pada 2023, seiring penguatan posisi keuangan JELI.
JELI juga menyiapkan ekspansi setelah melantai di Bursa Efek Indonesia. Sekitar 51,04% dana hasil IPO akan digunakan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Baca Juga: Ada Afilisasi Emtek, Djarum hingga RANS, Siapa Paling Menarik dari Enam IPO Baru?
Adhi bilang dana tersebut terutama dialokasikan untuk pengembangan lini gummy candy. Manajemen JELI melihat kategori tersebut memiliki prospek pertumbuhan yang menarik, termasuk peluang ekspor ke pasar internasional.
"Kami melihat peluang pertumbuhan gummy candy masih besar. Produk yang dikembangkan akan memiliki diferensiasi kuat dengan mengedepankan kualitas rasa dan aspek kesehatan,” kata Adhi.
Selain memperluas portofolio melalui gummy candy, JELI juga meluncurkan produk Mogo Choco serta memperkuat lini minuman fungsional melalui EnerGel yang menyasar konsumen usia muda.
Baca Juga: Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Bidik Pertumbuhan Agresif
Tak berhenti di situ, Adhi menyampaikan JELI juga berupaya meningkatkan efisiensi ketimbang menaikkan harga jual di tengah kenaikan biaya bahan baku akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














