kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Bidik Pertumbuhan Agresif


Rabu, 24 Juni 2026 / 08:40 WIB
Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Bidik Pertumbuhan Agresif
ILUSTRASI. PT Prodia Diagnostic Line (Proline) (/ )


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Diagnostic Line (PRDL) (Proline) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026. Aksi initial public offering (IPO) ini diharapkan menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendorong ekspansi bisnis ke depan.

President Director PT Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menjelaskan, rencana IPO ini tidak lepas dari pengalaman positif entitas dalam grup Prodia yang telah lebih dulu menjadi perusahaan terbuka.

“Pertimbangan utama IPO ini mengacu pada manfaat yang telah diperoleh PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sejak menjadi perusahaan terbuka. Dengan menjadi perusahaan publik, kami ingin meningkatkan kualitas tata kelola sebagai bagian dari penguatan fundamental bisnis,” katanya kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Bursa Asia Mixed pada Perdagangan Rabu (24/6) Pagi, Sebagian Indeks Berusaha Rebound

Dari sisi penggunaan dana, PRDL akan mengalokasikan sekitar Rp35,7 miliar untuk melunasi sebagian fasilitas kredit. Per Desember 2025, total fasilitas kredit perseroan tercatat sebesar Rp94,3 miliar.

Pelunasan ini akan berdampak signifikan terhadap struktur keuangan. Perseroan memperkirakan liabilitas jangka pendek dan panjang masing-masing turun 62,50% dan 35,52%. Selain itu, beban bunga diproyeksikan menyusut hingga 81,45% atau sekitar Rp1,9 miliar, sehingga mendukung peningkatan profitabilitas.

Selain untuk pelunasan utang, PRDL juga mengalokasikan sekitar 28,92% dana IPO untuk belanja modal. Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, hingga pengembangan sistem perangkat lunak.

Investasi ini ditujukan untuk memperkuat layanan purna jual, memperluas jangkauan layanan kalibrasi, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi data dan otomatisasi proses. Perseroan juga melakukan relayout fasilitas produksi dan penambahan Air Handling Unit guna mendukung pengembangan produk biomolekuler.

“Investasi pada sistem software juga menjadi fokus untuk integrasi data, otomatisasi proses, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat,” tambah Cristina.

Baca Juga: MSCI Putuskan Pasar Modal Indonesia Tetap di Emerging Market, Ini Kata OJK

Ke depan, strategi pertumbuhan PRDL akan difokuskan pada peningkatan penjualan melalui ekspansi jaringan distribusi dan percepatan peluncuran produk baru.

Perseroan juga akan memperkuat sinergi dengan PRDA, tidak hanya sebagai pemasok reagen dan alat laboratorium, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan produk diagnostik.

“Pertumbuhan laba akan didorong melalui efisiensi operasional dan peningkatan nilai TKDN, sehingga perseroan tetap kompetitif sebagai mitra strategis bagi pelaku global maupun lokal,” tambah Cristina.

Dalam 2-3 tahun ke depan, PRDL menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 20% per tahun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri alat kesehatan yang diperkirakan sekitar 7,5%.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memperluas portofolio produk, mulai dari instrumen diagnostik dengan berbagai kapasitas, reagen biomolekuler, hingga layanan kalibrasi.

Baca Juga: Harga Emas Turun pada Rabu (24/6) Pagi, Dipicu Aksi Jual di Pasar Keuangan

Saat ini, PRDL telah memiliki basis pelanggan yang kuat, dengan lebih dari 70% fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia menggunakan produknya. Dengan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) rata-rata di atas 70%, perseroan optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam industri alat kesehatan diagnostik nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×