kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 15.149 per Dolar AS Siang Ini


Selasa, 07 Februari 2023 / 12:42 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 15.149 per Dolar AS Siang Ini
ILUSTRASI. Selasa (7/2) pukul 12.36 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,62% ke Rp 15.149 per dolar AS.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah bergerak di bawah level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam dua pekan terakhir, nilai tukar rupiah kembali tertekan di atas level tersebut. Selasa (7/2) pukul 12.36 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,62% ke Rp 15.149 per dolar AS.

Pelemahan rupiah hari ini melanjutkan tekanan pada perdagangan kemarin yang mencapai 1,08% ke Rp 15.055 per dolar AS. Rupiah bergerak di bawah level Rp 15.000 per dolar sejak 24 Januari hingga akhir pekan lalu, Jumat (3/2).

Nilai tukar rupiah tertekan bersama dengan mata uang Asia setelah dolar AS menguat. Penguatan nilai tukar dolar AS dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang membaik di akhir pekan lalu.

Baca Juga: Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Selasa (7/2) Hari Ini

Rupiah hari ini melemah bersama dengan ringgit Malaysia, peso Filipina, won Korea, dolar Taiwan, dan dolar Hong Kong. Sementara baht Thailand, yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura menguat terhadap the greenback.

Di sisi lain, indeks dolar pun melemah tipis setelah kemarin melaju kencang. Indeks yang mencerminkan nilai tuka dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini melemah 0,14% ke 103,48 setelah kemarin menguat 0,69%.

Baca Juga: Capital Inflow Dorong Cadangan Devisa

Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari yang kuat meningkatkan kemungkinan bank sentral akan menaikkan suku bunga ke angka yang lebih tinggi ketimbang prediksi awal.

"Artinya kami karena menambah sedikit pekerjaan dan saya memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi daripada prediksi semula," kata Bostic kepada Bloomberg.

Dia menambahkan bahwa suku bunga acuan berpotensi mencapai puncak 5,1%. Dia mengatakan bahwa suku bunga puncak ini berpotensi bertahan hingga tahun depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×