kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Nasib reksadana campuran bergantung pada pergerakan IHSG dan virus corona


Kamis, 13 Februari 2020 / 18:38 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana. Data Infovesta mencatat total AUM reksadana campuran di Januari 2020 tercatat melorot 9,32% menjadi Rp 27,28 triliun. KONTAN/Muradi/2018/03/13


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Untuk itu, produk reksadana campuran di PAM yang memiliki bobot obligasi lebih besar, saat kondisi baik ataupun kurang bagus, bobotnya akan tetap sama. Begitu juga dengan reksadana campuran yang sebagian besar bobotnya berisiko saham.

Adapun komposisi produk reksadana campuran milik PAM terdiri dari dua reksadana campuran yang bobot di obligasinya lebih dari 50%, sehingga untuk kinerja year to date (ytd) diklaim masih positif. Produk tersebut yakni Reksadana Campuran Panin Dana Prioritas dan Panin Dana Syariah Berimbang, yang masing-masing tumbuh 0,37% dan 2,15% ytd.

Baca Juga: Laporan nasabah Emco resmi diterima Bareskrim

Selanjutnya, ada juga tiga reksadana campuran yang bobot sahamnya lebih dari 50%, sehingga kinerjanya negatif. 

Ketiga produk tersebut yakni Reksadana Campuran Panin Dana Unggulan yang turun 5,95%, Panin Dana Bersama Plus turun 2,15% dan Panin Dana Bersama yang turun 7,42%.

Ada juga satu produk reksadana USD campuran yang bobot obligasinya lebih besar dan masih bergerak positif. Produk tersebut adalah Panin Dana US Dollar yang tumbuh 0,48%, yang mana memiliki komposisi obligasi lebih dari 50%. 

Baca Juga: Schroder Investment membubarkan reksadana campuran Schroder Providence Fund

Ke depan, harapannya sebaran virus corona bisa berukuran dan sentimen wabah tersebut bisa segera berlalu. Sehingga bisa menjadi sentimen positif bagi kinerja reksadana campuran ke depan. "Tahun ini untuk saham, diharapkan ada (dorongan positif) dari faktor omnibus law," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×