Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID -NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026).
Indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan harian terbesar dalam 19 bulan dan resmi memasuki fase koreksi setelah kekhawatiran terhadap pengetatan regulasi kecerdasan buatan (AI) memicu aksi jual saham teknologi dan semikonduktor.
Mengutip Reuters, Nasdaq merosot 5,52% ke level 24.315,00. Penurunan ini membuat Nasdaq terkoreksi lebih dari 10% dari rekor penutupan tertingginya pada 6 Oktober 2026.
Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi, Optimisme AI Bangkit
Tekanan jual terutama menyasar perusahaan yang terkait dengan pengembangan infrastruktur AI. Kekhawatiran meningkat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan legislatif AS pada Selasa (3/11/2026), termasuk di sejumlah wilayah yang selama ini menentang pembangunan pusat data.
Kemenangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan dan anggota Kongres baru akan memperketat regulasi pembangunan pusat data. Padahal, ekspansi infrastruktur AI menjadi salah satu pendorong utama reli saham teknologi sepanjang tahun ini.
Saham Nvidia anjlok lebih dari 9%, sementara indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) yang mengukur kinerja saham semikonduktor terjun lebih dari 12%. Perusahaan pusat data IREN dan Applied Digital juga merosot lebih dari 14%, sedangkan CoreWeave turun hampir 10%.
Saham teknologi berkapitalisasi besar lainnya turut melemah. Meta Platforms terkoreksi 4%, sementara Amazon.com dan Alphabet masing-masing turun 2,2%.
Baca Juga: Nasdaq Cetak Rekor, Saham Teknologi AS Terdorong Prospek AI Meta
Melissa Brown, Global Head of Investment Decision Research di SimCorp, mengatakan investor mulai memperhitungkan risiko perlambatan pembangunan infrastruktur AI akibat perubahan arah kebijakan politik AS.
"Perlambatan pembangunan infrastruktur akan menjadi perhatian karena pertumbuhan AI selama ini sangat bergantung pada ekspansi infrastruktur pendukung yang cepat," ujarnya.
Tekanan juga menjalar ke saham perusahaan penyedia peralatan dan energi untuk pusat data. GE Vernova turun 7,5% dan Constellation Energy melemah 2,5%.
Di luar sentimen regulasi AI, saham Qualcomm anjlok 9,5% setelah proyeksi penjualan chip untuk ponsel pintar pada kuartal IV-2026 berada di bawah ekspektasi pasar.
Secara keseluruhan, indeks S&P 500 turun 4,36% ke posisi 7.353,73. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 3,44% ke level 51.523,06.
Aksi jual tersebut menghapus sekitar US$ 3 triliun kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500. Aktivitas perdagangan juga melonjak dengan volume mencapai 26,9 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari perdagangan sebelumnya sebanyak 17,7 miliar saham.
Baca Juga: Daftar Hari Besar Bulan November 2026: Ada Hari Pahlawan hingga Guru Nasional
Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital Management, menilai tekanan jual kali ini sangat besar, terutama pada saham semikonduktor dan perusahaan yang diuntungkan oleh belanja modal pusat data.
"Besarnya pergerakan harga saham kali ini terlihat berlebihan," ujarnya.
Di tengah koreksi tersebut, S&P 500 masih mencatat kenaikan 7,4% sepanjang 2026, sedangkan Nasdaq masih menguat 4,6%.
Pelaku pasar selanjutnya mencermati data tenaga kerja nonpertanian AS (nonfarm payrolls) Oktober yang dijadwalkan rilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut menjadi perhatian karena komentar sejumlah pejabat Federal Reserve pada Kamis membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Pasar saat ini bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
