Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dengan indeks Nasdaq bergerak di zona merah akibat aksi jual saham-saham semikonduktor di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan persaingan dari China.
Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 282,8 poin atau 0,54% ke level 52.492,88 saat pembukaan perdagangan. Sementara itu, S&P 500 turun 17,6 poin atau 0,24% menjadi 7.395,55 dan Nasdaq Composite melemah 107 poin atau 0,43% ke level 24.825,07.
Baca Juga: Permintaan Proyek Naik, Laba ISSP Tumbuh 12,7% dan Ekspansi Terus Berjalan
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. Saham Micron anjlok 6,4%, Intel turun 4,8%, dan Applied Materials merosot 4,5% pada perdagangan premarket.
Saham TSMC dan SK Hynix yang diperdagangkan di AS juga turun lebih dari 3%, sedangkan Nvidia melemah 0,4%.
Pasar global dalam beberapa pekan terakhir semakin mencermati besarnya belanja perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI, terutama pusat data dan semikonduktor, di tengah munculnya kekhawatiran apakah investasi tersebut mampu menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Kecemasan investor juga dipicu oleh semakin ketatnya persaingan industri AI setelah China memperkenalkan model AI berbiaya lebih rendah dan memperkuat industri semikonduktornya.
Baca Juga: Trading Indeks Nasdaq vs Investasi ETF QQQ: Apa Bedanya ?
"Pasar sangat khawatir terhadap besarnya belanja yang dilakukan para hyperscaler. Nilai investasinya sangat besar dan pada titik ini mulai terlihat tidak bertanggung jawab," ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth.
Investor kini menanti laporan keuangan dari empat raksasa teknologi AS, yakni Amazon.com, Meta, Apple, dan Microsoft, yang dijadwalkan rilis pekan ini.
Pasar akan mencermati apakah investasi AI bernilai ratusan miliar dolar mulai memberikan hasil, sekaligus mencari petunjuk mengenai prospek permintaan chip dan infrastruktur AI.
Meski demikian, saham keempat perusahaan tersebut masih bergerak menguat tipis pada awal perdagangan.
Di luar sektor teknologi, saham Coca-Cola melonjak 4% setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya. Saham perusahaan barang konsumsi seperti Walmart dan Procter & Gamble juga naik sekitar 2%.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Catat Kenaikan Volume Penjualan, Simak Rekomendasi Analis
Sementara itu, saham Boeing menguat 0,6% setelah produsen pesawat tersebut membukukan arus kas bebas positif, menandakan rencana pemulihan bisnisnya mulai menunjukkan hasil.
Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu (29/7).
Berdasarkan data LSEG, pasar memperkirakan peluang sekitar 37% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pekan ini, dengan ekspektasi kenaikan total sedikitnya 25 basis poin hingga akhir tahun.
Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap perusahaan-perusahaan AI yang semakin bergantung pada pembiayaan utang untuk mendukung ekspansi investasi mereka.
Baca Juga: Analis Sebut Rebalancing Indeks BEI Hanya Jadi Katalis Jangka Pendek
Di pasar komoditas, harga minyak turun sekitar 1,8% ke level terendah dalam sepekan setelah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran masih bertahan, meski laporan serangan drone masih terjadi di Arab Saudi, Yordania, dan Irak.
Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung baik dan peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka.
Saham Johnson & Johnson turut menguat 2% setelah perusahaan mengumumkan penyelesaian gugatan terkait produk bedak berbahan talc senilai sekitar US$ 5,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













