kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Multi Agro Gemilang Plantation menyiapkan Rp 200 miliar untuk ekspansi

Selasa, 07 Agustus 2018 / 06:35 WIB

Multi Agro Gemilang Plantation menyiapkan Rp 200 miliar untuk ekspansi
ILUSTRASI. RUPS PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) mulai menggenjot ekspansi. Perusahaan perkebunan ini menyiapkan belanja modal atawa capital expanditure (capex) sebesar Rp 200 miliar. Tahun lalu, MAGP tak menganggarkan dana ekspansi lantaran kondisi keuangan yang belum stabil.

Direktur Utama MAGP Linford Cendana mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi tanaman agar siap untuk produksi. Selain itu, capex juga akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur.


"Selama ini, masih kurang dari sisi permodalan. Sehingga perkebunan tidak produktif dan pabrik kelapa sawit kami yang di Aceh Jaya tidak digunakan maksimal," ujar Linford, Senin (6/8).

Direktur Keuangan MAGP Ari Wintarto menambahkan, MAGP membutuhkan pendanaan baru untuk ekspansi kebun dan pabrik kelapa sawit di Aceh. Dalam jangka panjang, MAGP bakal mencari investor strategis demi mendapatkan penyertaan modal.

Ari mengatakan, hampir 90% tanaman yang ada sudah memasuki masa menghasilkan. Sehingga, perusahaan ini juga berencana melakukan perluasan lahan di Aceh, Sumatra dan Kalimantan. "Diharapkan di 2019 kami bisa menambah pabrik baru di Kalimantan Barat," ujar Ari.

Saat ini, MAGP baru memiliki satu pabrik kelapa sawit dengan produksi 45 ton per jam. "Utilisasi tanaman diharapkan dapat menjadi 300 ton setelah perbaikan dilakukan. Saat ini, kapasitas produksi pabrik masih di bawah 10%," ujar Ari.

Kinerja keuangan MAGP tahun ini masih melorot. Pada semester I-2018 lalu, penjualan perusahaan hanya sebesar Rp 889,34 juta, jauh lebih rendah ketimbang penjualan di periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 67,13 miliar.

Hal ini disebabkan MAGP tak lagi menjual produk minyak sawit mentah seperti tahun lalu. Perusahaan ini hanya menjual produk tandan buah segar (TBS). Alhasil, rugi bersih perusahaan ini mencapai Rp 6,20 miliar.

Ari mengatakan, penyebab utama kerugian karena adanya penghapusan tanaman sebanyak 2.467 hektare atau senilai Rp 150,50 miliar.

 


Reporter: Yoliawan H
Editor: Wahyu Rahmawati

EMITEN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0610 || diagnostic_web = 0.3669

Close [X]
×