kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mulai bangkit, ini rekomendasi analis untuk saham Agung Podomoro Land (APLN)


Selasa, 15 Oktober 2019 / 20:47 WIB

Mulai bangkit, ini rekomendasi analis untuk saham Agung Podomoro Land (APLN)
ILUSTRASI. RUPST PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2019 merupakan tahun yang tidak terlalu baik bagi emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN). Emiten properti itu menorehkan berbagai catatan buruk dan membuat pelaku pasar dan investor berhati-hati terhadap saham perusahaan itu. Namun, sejumlah analis memperkirakan prospek saham APLN dapat membaik.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, tahun ini memang bukan tahun yang cukup baik bagi APLN. Jika melihat ke belakang ada beberapa masalah yang menimpa APLN. Mulai dari penurunan peringkat utang sampai terancam gagal bayar utang pembayaran obligasi dan pinjaman sindikasi.

Kendati demikian, Nico menilai masih ada banyak pihak yang menaruh harapan di Agung Podomoro meski emiten itu tengah dalam kesulitan. Salah satu penyebab kepercayaan itu karena APLN merupakan pemain lama di sektor properti.

"Agung Podomoro merupakan pemain lama di bidang properti. Secara historis juga kinerja mereka bagus, walau tahun ini kurang mengenakkan," papar Nico kepada Kontan.co.id, Selasa (15/10).

Sehingga, prospek APLN masih bagus. Apalagi, Nico menilai kinerja APLN baru-baru ini positif karena emiten tersebut berhasil melunasi atau refinancing obligasinya.

Baca Juga: Bayar Utang dan Kumpulkan Modal Kerja, APLN Siapkan Rencana Rights Issue

Ditambah lagi, setelah emiten itu melunasi utangnya, mereka berencana melakukan aksi korporasi dengan melaksanakan rights issue.

Analis MNC Sekuritas Jessica Sukimaja juga menyatakan hal serupa. Jessica menjelaskan bahwa prospek saham APLN diperkirakan dapat membaik yang terlihat dari laba bersih perusahaan yang meningkat sebesar 132,01% year on year (yoy) di semester I-2019, walaupun sempat menurun di kuartal I-2019 sebesar 14,66% yoy. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 143,38 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 61,80 miliar.

"Walaupun terjadi penurunan pendapatan pada penjualan sebesar 21,65%, perusahaan berhasil melakukan strategi efisiensi di sini," kata Jessica.

Sepanjang Januari-Juni 2019, pendapatan emiten itu turun menjadi Rp 1,96 triliun, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara, hingga Juni 2019, APLN mencatatkan marketing sales Rp 884,4 miliar turun 60,5 % dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,42 triliun.


Reporter: Yasmine Maghfira
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×