kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Mulai bangkit, ini rekomendasi analis untuk saham Agung Podomoro Land (APLN)


Selasa, 15 Oktober 2019 / 20:47 WIB
Mulai bangkit, ini rekomendasi analis untuk saham Agung Podomoro Land (APLN)
ILUSTRASI. RUPST PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Herlina Kartika

Jessica juga menilai peningkatan peringkat APLN atas long term issuer default rating oleh Fitch Ratings dari CCC- menjadi CCC+ serta Moodys menjadi B2 menunjukkan peningkatan dalam pengaturan dana perusahaan sehingga mempermudah perusahaan dalam menjalankan rencana bisnisnya. Akan tetapi, kenaikan rating tersebut masih di bawah kategori layak investasi.

Jessica juga mengatakan ada pula faktor positif untuk prospek saham Agung Podomoro yang dapat dilihat dari usaha perusahaan yang merencanakan rights issue yang bertujuan untuk membayar kembali pinjaman sindikasi kepada PT BNP Paribas Indonesia.

Sementara, tantangan saham emiten itu dilihat dari DER pada paruh pertama 2019. APLN memiliki DER tertinggi sebesar 1,36 kali dibandingkan dengan CTRA sebesar 1,1 kali dan BSDE sebesar 0,63 kali. Hal – hal tersebut Jessica nilai akan menjadi pemberat bagi saham APLN.

Analis Profindo Sekuritas Dimas Wahyu Pratama mengatakan APLN masih memiliki prospek yang bagus. Dimas menilai walau beberapa waktu lalu terkendala likuiditas untuk pelunasan obligasi, akan tetapi jika pelaku pasar melihat aset emiten itu yang besar, kinerja APLN masih aman.

Ditambah lagi, emiten itu sedang gencar kembali menawarkan proyek dekat ibu kota baru, yang diperkirakan bisa mendatangkan pendapatan bagi perusahaan.

Sementara, Jessica merekomendasi Agung Podomoro mengurangi terlebih dahulu utang yang ia miliki, baru selanjutnya perusahaan dapat meningkatkan marketing sales. Hal itu berkaitan dengan DER perusahaan yang cukup tinggi.

Baca Juga: Menimbang prospek rights issue di tengah fluktuasi pasar

Jessica juga menyarankan perusahaan melakukan ekspansi atau pengembangan proyek di Kalimantan Timur. Perusahaan perlu memanfaatkan peluang adanya pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Ia menambahkan langkah efisiensi yang bisa dilakukan APLN adalah pengurangan biaya promosi.

Di sisi lain, Dimas merekomendasi karena secara valuasi APLN sangat murah 0,36 x PBV, maka saham emiten itu layak dikoleksi untuk jangka panjang. Apalagi mengingat sektor properti masih bagus karena banyak mendapat sentimen positif dari kebijakan LTV, penurunan suku bunga, dan pelonggaran Giro Wajib Minimum perbankan yang bisa meningkatkan kredit sektor konsumsi. Dimas juga rekomendasi beli untuk jangka pendek dengan target harga Rp 220 - Rp 280.

Nico menyarankan untuk saham Agung boleh untuk trading saja. Namun, bagi investor yg memiliki saham APLN bisa hold untuk jangka menengah ke panjang. Dengan kondisi investor perlu memerhatikan perkembangan kinerja fundamental APLN. Di sisi lain, jika investor yakin bisa hold juga dengan mempertimbangkan historis APLN.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×