Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan pertama setelah libur panjang Lebaran, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati sejumlah sentimen global yang berpotensi menahan laju penguatan.
Pada perdagangan terakhir sebelum libur, Selasa (17/3/2026), IHSG tercatat naik 1,2% ke level 7.106,84.
Kenaikan ini seiring mulai membaiknya pasar saham Amerika Serikat dan Asia setelah sebelumnya tertekan, didukung meredanya tensi geopolitik dan stabilnya harga energi.
Baca Juga: IHSG Ambruk 4,49% ke 7.106 Sepekan Jelang Lebaran, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing
Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai kondisi tersebut menjadi sentimen positif awal bagi pasar saham domestik.
Namun, ia memperkirakan penguatan IHSG masih terbatas dan cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji resistance di kisaran 7.150–7.200.
Menurut Hendra, risiko eksternal tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi kembali peningkatan tensi geopolitik, lonjakan harga energi, atau kebijakan suku bunga The Fed yang lebih ketat dari ekspektasi pasar.
Kondisi tersebut dapat menekan IHSG hingga menguji level psikologis di 7.000.
"Level ini menjadi level kunci untuk menjaga tren IHSG tetap berada dalam fase konsolidasi yang sehat," ujarnya.
Sementara itu, Founder WH Project William Hartanto melihat IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda mendekati fase bottoming.
Baca Juga: IHSG Menguat, Tapi Belum Bullish: Ini Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Hal ini tercermin dari terbentuknya pola doji pada grafik mingguan yang mengindikasikan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, serta potensi jenuh jual setelah tren pelemahan.
Ia menilai level 7.000 kini menjadi area support kuat setelah IHSG sempat turun hingga 6.917.
Meski demikian, sentimen negatif sejak awal tahun masih membayangi pergerakan indeks, sehingga tren pelemahan dinilai belum sepenuhnya berakhir.
Untuk perdagangan Rabu (25/3), IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.085 hingga resistance 7.195.
Dari sisi rekomendasi saham, Hendra menyarankan trading buy pada SRTG dengan target harga Rp 1.880, SUPA Rp 920, EMTK Rp 840, serta speculative buy SCMA dengan target Rp 320 per saham.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham SSIA, MBMA, BBCA untuk Rabu (25/3)
Sementara William merekomendasikan INKP dengan target Rp 10.000–Rp 12.000, ITMG Rp 30.725–Rp 31.000, serta TKIM di kisaran Rp 9.750–Rp 10.000 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













