kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Moody's tegaskan kembali rating B2 untuk MEDC


Senin, 15 Januari 2018 / 22:56 WIB
ILUSTRASI. Pekerja Melakukan Perawatan Kilang di Medco Energi


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service menegaskan kembali rating perusahaan atau corporate family rating (CFR) PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC).

Dalam keterangan resmi Moody's, Senin (15/1), rating B2 masih akan melekat pada MEDC. Bukan hanya untuk perusahaan, penegasan kembali rating B2 itu juga berlaku untuk obligasi global MEDC senilai US$ 400 juta.

Mengingatkan kembali, MEDC merilis obligasi ini pada Agustus tahun lalu. Dana hasil aksi korporasi tersebut digunakan untuk mendanai cadangan bunga dan pelunasan proyek Natuna sebesar US$ 220 juta.

Obligasi itu diterbitkan oleh anak usaha MEDC, yakni Medco Strait Services Pte. Ltd.. Moody's juga meningkatkan rating anak usaha 100% milik MEDC ini jadi positive dari sebelumnya stable.

"Perubahan outlook dari stabil menjadi positif mencerminkan ekspektasi kami MEDC akan meningkatkan kualitas kreditnya selama 12 bulan ke depan," ujar Rachel Chua, Moody's Assitant Vice President and Analyst.

Pada saat yang bersamaan, Moody's juga menyematkan rating untuk obligasi berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) yang akan diterbitkan oleh anak usaha perusahaan, Medco Platinum Road Pte. Ltd. Outlook atas rating ini positive.

Semua rating dan outlook ini masih bisa meningkat. Asal, MEDC mampu menjaga sejumlah rasio kesehatan keuangan, salah satunya debt to EBITDA yang bisa turun di bawah 4,5 kali.

Sebaliknya, rating dan outlook bisa diturunkan jika rencana pengurangan beban utang MEDC gagal dieksekusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×