kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Momen Ramadan dan Idul Fitri Diproyeksi Tak Mampu Kerek Harga CPO Secara Signifikan


Selasa, 28 Februari 2023 / 20:18 WIB
Momen Ramadan dan Idul Fitri Diproyeksi Tak Mampu Kerek Harga CPO Secara Signifikan
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit?PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Momen Ramadan dan Idul Fitri Diproyeksi Tak Mampu Kerek Harga CPO Secara Signifikan


Reporter: Aurelia Felicia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga Minyak Sawit Berjangka bertengger di angka RM 4.156 atau terkoreksi 0,81% atau 34 poin pada penutupan Selasa (28/2). Angka ini turun tipis dari level tertinggi tiga minggu di RM 4.235 yang disentuh pada Kamis (23/2). 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan penurunan harga minyak mentah pada akhir Februari 2023 ini karena permintaan minyak nabati sebagai bahan baku biofuel menurun. 

Penurunan harga minyak sawit ini menghapus beberapa kenaikan sebelumnya. Kendati begitu harga minyak sawit masih tergolong tinggi.

“Namun harga minyak nabati utama menutup bulan ini 9,6% lebih tinggi, di tengah permintaan luar negeri yang bullish dan ekspor yang ketat dari produsen utama,” jelas Sutopo pada Kontan Selasa (28/2). 

Baca Juga: Astra International (ASII) Bakal Bagikan Dividen Jumbo, Cermati Rekomendasi Analis

Data yang dihimpun cargo surveyor mencatat, ekspor minyak sawit Malaysia naik 27,7% hingga 33,1% dalam 20 hari pertama Februari dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, produksi domestik anjlok hampir 15% menjadi 1,39 juta ton pada Januari, jumlah terkecil dalam hampir satu tahun, dengan badai tropis dan banjir yang mengganggu panen.

Sementara untuk hari Raya Idul Fitri, harga CPO diperkirakan tidak banyak dipengaruhi permintaan yang naik signifikan. Sutopo memperkirakan harga CPO diperdagangkan pada RM 4.023,84/MT pada akhir kuartal ini. “Diperkirakan akan diperdagangkan di RM 3.533,46/ MT dalam waktu 12 bulan,” prediksinya. 

Di sisi lain, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat ekspor CPO dari Indonesia dan Malaysia ke Tiongkok dan India naik cukup signifikan, tetapi harganya relatif lebih rendah. 

Baca Juga: Saham Astra Agro (AALI) Direkomendasikan Beli Meski Pendapatan dan Laba Turun

Hal ini disebabkan musim hujan ekstrim yang membuat minyak CPO memiliki kadar garam yang tinggi sehingga produksinya mengalami peningkatan, tetapi isinya tidak terlalu bagus. 

Ibrahim mencermati pada saat musim hujan isi dari minyak CPO bercampur dengan air sehingga kadarnya lebih besar dan membuat hasilnya lebih rendah. 

Selain itu, murahnya harga substitusi dari minyak CPO seperti minyak babi dan minyak bunga matahari, membuat harga minyak CPO sedikit melandai.

“Ini yang mempengaruhi harga minyak CPO terus mengalami penurunan akhir-akhir ini,” ujar Ibrahim pada Kontan Selasa (28/2). 

Di negara lain seperti India pun memiliki substitusi minyak CPO yaitu minyak lobak. Konsumsi minyak lobak ini dinilai cukup stabil di India bahkan pada saat pandemi. Alhasil, negara-negara yang memiliki substitusi minyak CPO ini membuat permintaan minyak CPO menurun. 

Baca Juga: Tingginya Permintaan Dorong Harga CPO Kembali Naik, Ini Dampak Bagi Emiten Perkebunan

“Ini yang ditakutkan memasuki bulan ramadan, harga minyak CPO walaupun mengalami kenaikan, tapi kenaikannya tidak terlalu signifikan,” kata Ibrahim. 

Ibrahim memprediksi harga minyak CPO tertinggi kemungkinan senilai RM 4.500 menjelang Idul Fitri, tetapi ada kemungkinan besar setelah itu akan turun kembali ke angka RM 3.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×